Anak Perempuan Lebih Rentan Kena Infeksi Saluran Kemih, Ini Penjelasannya!

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Ilustrasi Infeksi Saluran Kemih (ISK). Foto: Shutterstock

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah salah satu masalah kesehatan nan cukup sering terjadi pada anak. Banyak orang tua nan mengira, ISK lebih rentan dialami anak laki-laki, terutama nan belum disunat. Padahal, sebenarnya justru anak wanita nan lebih rentan terkena ISK, lho!

Ya Moms, mengutip Mayo Clinic, ISK lebih rentan terjadi pada anak wanita lantaran masalah anatomi tubuh. Selain itu, kebiasaan sehari-hari juga bisa memicu anak wanita mengalami penyakit ini.

Penjelasan Kenapa Anak Perempuan Lebih Rentan Kena ISK

Ilustrasi Infeksi Saluran Kemih (ISK). Foto: Shutterstock

Saluran uretra lebih pendek

Secara anatomi, uretra anak wanita lebih pendek dibandingkan anak laki-laki. Artinya, kuman dari luar lebih mudah mencapai kandung kemih.

Letak uretra dekat dengan anus

Kedekatan jarak ini membikin kuman E. coli dari area anus lebih mudah masuk ke saluran kemih ketika kebersihan kurang optimal.

Kebiasaan membersihkan area genital nan kurang tepat

Banyak anak belum terbiasa membersihkan area pribadi dengan benar, misalnya mengelap dari belakang ke depan—yang justru memindahkan kuman ke uretra.

Toilet training dan menahan pipis

Anak nan sedang belajar toilet training kadang menahan pipis terlalu lama. Kebiasaan ini membikin kuman berkembang lebih banyak di kandung kemih.

Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Anak

Beberapa tanda nan perlu diperhatikan, Moms, antara lain:

  • Demam tanpa indikasi flu

  • Nyeri alias rasa terbakar saat buang air kecil

  • Pipis lebih sering, tapi sedikit

  • Urine berbau lebih tajam alias keruh

  • Nyeri perut bawah

  • Anak tampak rewel dan tidak nyaman

  • Pada bayi, gejalanya bisa lebih samar—misalnya hanya rewel, menolak minum, alias demam tinggi.

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih pada Anak Perempuan

  • Ajari langkah membersihkan area genital dari depan ke belakang.

  • Biasakan anak untuk tidak menahan pipis.

  • Pastikan anak minum air cukup agar aliran urine lancar.

  • Ganti busana dalam jika lembap alias kotor.

  • Pilih busana dalam berbahan katun nan menyerap keringat.

  • Pastikan anak buang air mini sebelum dan setelah berenang.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika anak mengalami demam tinggi, menangis saat pipis, alias urine tampak berdarah/keruh, sebaiknya segera periksakan ke dokter. ISK nan tidak diobati dapat meningkat menjadi jangkitan ginjal.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan