Saat anak terjatuh dan mengalami benjolan, bengkak, alias lebam, banyak orang tua langsung panik dan bingung kudu memberikan kompres air dingin alias hangat. Pemilihan jenis kompres nan tepat dapat membantu mengurangi nyeri, pembengkakan, dan mempercepat pemulihan si kecil.
Lalu, kapan sebaiknya menggunakan kompres dingin, dan kapan perlu beranjak ke kompres hangat?
Kompres Dingin untuk Cedera nan Baru Terjadi
Mengutip Mayo Clinic, jika anak baru saja terjatuh dan muncul bengkak, kompres dingin biasanya menjadi pertolongan pertama nan direkomendasikan.
Kompres dingin bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah di area nan cedera. Hal ini dapat membantu mengurangi aliran darah ke area tersebut sehingga pembengkakan dan peradangan tidak semakin parah. Selain itu, sensasi dingin juga dapat membantu meredakan nyeri.
Orang tua dapat menggunakan es batu nan dibungkus handuk, kantong gel dingin, alias handuk nan dibasahi air dingin. Tempelkan pada area nan bengkak selama sekitar 15–20 menit, lampau istirahatkan kulit sebelum mengulanginya kembali jika diperlukan.
Namun, hindari menempelkan es langsung ke kulit lantaran dapat menyebabkan iritasi alias cedera akibat suhu nan terlalu dingin.
Kapan Kompres Hangat Boleh Diberikan?
Kompres hangat umumnya tidak dianjurkan pada 24–48 jam pertama setelah cedera.
Pasalnya, suhu hangat dapat melebarkan pembuluh darah sehingga berpotensi meningkatkan pembengkakan nan tetap aktif. Karena itu, penggunaan kompres hangat sebaiknya menunggu hingga fase peradangan awal mereda.
Setelah beberapa hari, ketika bengkak mulai berkurang tetapi area nan cedera tetap terasa kaku alias pegal, kompres hangat dapat membantu melancarkan aliran darah dan membikin otot lebih rileks.
Tanda Anak Perlu Diperiksakan ke Dokter
Meski sebagian besar tumbukan ringan dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah, orang tua tetap perlu waspada terhadap beberapa indikasi berikut:
* Bengkak semakin besar alias tidak membaik.
* Nyeri sangat hebat.
* Anak susah menggerakkan bagian tubuh nan cedera.
* Area nan terbentur tampak berubah bentuk.
* Anak mengalami muntah, mengantuk berlebihan, alias kehilangan kesadaran setelah terbentur kepala.
* Anak susah melangkah alias menggunakan personil tubuh nan cedera.
Jika muncul salah satu tanda tersebut, segera konsultasikan ke master untuk memastikan tidak ada cedera nan lebih serius, seperti patah tulang alias cedera kepala.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·