Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto(dok.MI)
SEKRETARIS Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan praktik korupsi nan tetap terjadi saat memperingati hari lahir Presiden pertama RI Soekarno ke-125.
Dalam siaran pers nan diterima di Jakarta, Sabtu (6/6), Hasto menilai kondisi tersebut merupakan akibat dari tata kelola pemerintahan nan belum melangkah dengan baik.
"Melemahnya rupiah, turunnya indeks nilai saham, dan geliat sektor riil nan mengalami tekanan, serta beragam kasus korupsi atas kebijakan populis adalah buah tata kelola negara nan tidak melangkah baik," kata Hasto.
Menurut dia, kondisi tersebut juga dipengaruhi lemahnya sistem norma nan dapat memunculkan beragam praktik ketidakadilan. Oleh lantaran itu, Hasto mengingatkan kembali semangat Soekarno sebagai proklamator dalam melawan kolonialisme dan ketidakadilan.
"Bung Karno menegaskan bahwa nan dilawan rakyat Indonesia bukanlah orang-orang Belanda, melainkan suatu nafsu nan menghisap dan menyengsarakan," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjadikan Trisakti Bung Karno sebagai pedoman dalam memperkuat bangsa, baik dari aspek norma maupun perekonomian.
Trisakti Bung Karno terdiri atas prinsip berdaulat di bagian politik, berdikari di bagian ekonomi, dan berkarakter dalam kebudayaan. Menurut Hasto, penerapan tiga prinsip tersebut dapat memperkuat bangsa sekaligus menegakkan sistem norma dan keadilan bagi masyarakat.
"Trisakti Bung Karno adalah kehendak, tekad, dan jalan menjadi bangsa nan kuat untuk menghadapi sistem nan melahirkan penderitaan rakyat. Gagasan Bung Karno terbukti menjadi landasan dan kompas perjuangan bangsa," katanya.
Ia berambisi seluruh pihak menjadikan pemikiran Soekarno sebagai kompas dalam upaya memajukan bangsa. "Itulah api perjuangan Bung Karno nan kudu terus dinyalakan," kata Hasto. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·