Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Belum Ada Anomali Muka Air Laut di Selat Sunda

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

BMKG terus memantau potensi tsunami imbas erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan belum ada potensi tsunami nan terdeteksi akibat erupsi Anak Krakatau.

Teuku mengatakan perihal itu diperoleh berasas pemantauan 20 tsunami gate nan dimiliki BMKG di sekitar Selat Sunda. Dia menyebut hingga pukul 07.00 WIB pagi ini belum ditemukan adanya anomali muka air laut.

"Hingga pukul 07.00 WIB pagi ini belum menunjukkan adanya anomali muka air laut, artinya potensi terjadi tsunami belum dapat kita pantau alias belum terpantau sampai saat ini melalui 20 tsunami gate nan dimiliki BMKG di sekitar Selat Sunda," kata Teuku dalam konvensi pers daring, Minggu (6/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG juga melakukan pemantauan melalui metode high frequency radar di Pantai Carita dan Tanjung Lesung. Teuku mengatakan hingga saat ini potensi terjadi tsunami tetap rendah.

"Untuk high frequency radar nan kita miliki ini sudah di-set dalam kondisi tsunami mode jadi ketika ada potensi tsunami kita langsung dapat memantau sejak dari jarak 150 km dari tepi pantai," katanya.

Lebih lanjut Teuku berambisi masyarakat di sekitar pesisir untuk tetap waspada. Warga juga diminta tidak menyebarkan info nan belum terverifikasi kebenarannya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah pesisr Selat Sunda dan nan di sekitar DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung dan Bengkulu agar tetap waspada namun tidak panik. Masyarakat diminta tidak menyebarkan info nan belum terverifikasi dan selalu mengikuti pembaruan dari BMKG, PVMBG, BNPB serta lembaga nan berwenang," pungkas Teuku.

(ygs/idn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News