Anak cuma makan 3 suap dalam satu kali makan sering bikin orang tua khawatir. Apalagi jika si mini kembali menolak makanan setelahnya.
Sebagai orang tua, wajar jika kita resah lantaran cemas anak kekurangan gizi. Tapi, apakah anak nan makan sedikit selalu berfaedah tidak sehat lantaran gizinya tidak tercukupi?
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, SpA, jangan cemas dulu lantaran jumlah makanan nan dikonsumsi anak bisa berbeda-beda, apalagi berubah dari hari ke hari.
Anak Makan Sedikit Kapan Perlu Khawatir?
dr. Aisya menjelaskan, nan perlu dilihat bukan hanya jumlah makanan nan masuk dalam satu kali makan, tetapi pertumbuhan dan kondisi anak secara keseluruhan, Moms.
"Anak makan hanya 3 suap dalam satu kali makan tidak otomatis berfaedah anak kurang makan alias kekurangan gizi,” jelasnya pada kumparanMOM, Selasa (15/9).
Jika berat badan anak tetap menunjukkan:
Tetap naik mengikuti kurva pertumbuhan
Tinggi badan bertambah sesuai pola pertumbuhannya
Anak aktif dan tampak sehat
Kemungkinan besar asupannya tetap mencukupi, jadi tak perlu khawatir, Moms.
"Yang lebih krusial bagi saya sebagai master anak bukan menghitung berapa sendok nan masuk dalam satu kali makan, tetapi memandang dampaknya terhadap pertumbuhan dan kondisi anak secara keseluruhan," lanjutnya.
Kondisi ini juga sejalan dengan prinsip responsive feeding, ialah orang tua dianjurkan mengenali dan merespons tanda lapar serta kenyang anak, bukan memaksanya menghabiskan makanan.
Sebaliknya, orang tua perlu mulai waspada jika anak terus-menerus makan sedikit dan mulai mengalami gangguan pertumbuhan.
"Berat badan tidak naik alias justru turun, kurva pertumbuhan melandai, tinggi badan tidak bertambah sebagaimana mestinya, alias anak tampak lemas dan sering sakit," ujarnya.
Anak juga perlu mendapat pertimbangan master jika mengalami beberapa perihal tambahan ini seperti tersedak alias batuk saat makan, susah menelan, muntah berulang, tampak kesakitan ketika makan, alias mengalami diare berkepanjangan.
Berapa Porsi Makan Anak nan Cukup?
Tidak ada satu ukuran porsi nan bertindak untuk semua anak. Nafsu makan anak dipengaruhi oleh:
Usia
Berat badan
Aktivitas
Kondisi kesehatan
Makanan nan dikonsumsi sepanjang hari
Setelah usia sekitar 1 tahun, pertumbuhan anak juga mulai melambat dibandingkan masa bayi. Hal ini membikin kebutuhan makan pada sebagian anak terlihat menurun.
"Jangan menjadikan 'harus lenyap satu mangkuk' alias 'harus sekian sendok' sebagai sasaran utama," kata dokter.
Orang tua bisa memberikan porsi mini terlebih dahulu. Jika tetap lapar, anak dapat meminta tambahan.
Untuk bayi nan baru mulai MPASI, WHO memberikan gambaran porsi sekitar:
2–3 sendok makan per kali makan pada usia 6–8 bulan
Kemudian ditingkatkan secara berjenjang sesuai usia dan keahlian anak. Namun, nomor tersebut tidak perlu menjadi patokan kaku.
"Lebih baik berikan porsi mini terlebih dulu dan anak boleh meminta tambahan andaikan tetap lapar," jelasnya.
Yang juga krusial adalah pola makan sepanjang hari, seperti tiga kali makan utama dan satu hingga dua kali makanan selingan sesuai usia dan kebutuhan anak.
"Tugas orang tua adalah menentukan apa nan disediakan, kapan dan di mana anak makan. Tugas anak adalah menentukan apakah dia mau makan dan berapa banyak nan dia makan," tuturnya.
Jadi, anak nan makan sedikit tetapi tumbuh dengan baik berbeda dengan anak nan makan sedikit dan pertumbuhannya mulai terganggu.
"Kalau hari ini anak hanya makan sedikit, tidak perlu langsung panik alias memaksa. Kita lihat keseluruhan pola makan dan nan paling krusial adalah kurva pertumbuhannya dari waktu ke waktu," pesan dr. Aisya.
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·