Anak Bupati Malang Respons Dugaan Nepotisme Pelantikannya Jadi Kadis DLH

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Dzulfikar Nurrahman, Kadis DLH Kabupaten Malang. Foto: Dok. Istimewa

Bupati Malang Sanusi melantik anak kandungnya, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pelantikan itu menuai sorotan publik lantaran dianggap mengandung unsur nepotisme.

Dari riwayat pendidikan, Dzulfikar memang mempunyai rekam jejak di bagian lingkungan. Ia menyelesaikan studi doktoral (S3) di Universitas Brawijaya dengan predikat cum laude pada tahun akademik 2023–2024, dengan titel disertasi “Model Pengelolaan Lahan Akses Terbuka nan Berkelanjutan melalui Pendekatan Triple Bottom Line”.

Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kabupaten Malang sebelum dilantik secara definitif di Pendopo Kabupaten Malang, Senin (13/4). Dzulfikar juga telah menjabat sebagai sekretaris di Dinas Lingkungan Hidup sejak 2023.

Ia mengaku memahami akibat dari pelantikannya sebagai kepala dinas. Ia juga mengisyaratkan permintaan maaf andaikan pelantikannya menimbulkan pro dan kontra di publik.

“Tentu saya memahami jika publik mempertanyakan kualitas pejabat publik sebagai pelayan masyarakat,” ujar Ahmad Dzulfikar Nurrahman saat dikonfirmasi secara terpisah melalui pesan singkat.

Avi, sapaan akrabnya, juga enggan berkomentar soal banyaknya kritik nan mengarah pada dugaan nepotisme. Baginya, pelantikan tersebut telah sesuai mekanisme.

Ia menilai dirinya mempunyai riwayat pendidikan serta rekam jejak nan menjanjikan di birokrasi Pemkab Malang, khususnya di bagian lingkungan hidup.

“Data dan riwayat prosesnya silakan dicek di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Malang,” ujar Avi.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, menjelaskan bahwa seleksi kepala dinas di lingkungan Pemkab Malang telah sesuai prosedur, termasuk proses seleksi Ahmad Dzulfikar Nurrahman nan merupakan anak kandung Bupati Malang Sanusi.

“Bukan berasas penunjukan, main mata, alias sebagainya. Selain itu, semua tahapan dan hasil seleksi tersebut langsung kami laporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara real time,” kata Nurman saat dikonfirmasi terpisah.

Menurutnya, proses pengetesan Dzulfikar dilakukan secara independen dengan melibatkan tiga pembimbing besar dari Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Malang (Unisma), dan Universitas Brawijaya (UB).

“Pada saat pemaparan, pengetes meminta dia memaparkan dalam bahasa Inggris. Kemudian, dari prestasi serta riwayat akademiknya di bagian lingkungan hidup, Pak Dzulfikar memang mumpuni di bagian itu,” ujarnya.

Nurman menambahkan, salah satu kelebihan Dzulfikar dibandingkan dua calon lainnya adalah tingkat pendidikan. Dzulfikar disebut sebagai satu-satunya calon nan menyelesaikan studi doktoral S3 di bagian Ilmu Lingkungan Universitas Brawijaya pada tahun akademik 2023–2024 dengan predikat cum laude.

Ia menegaskan, proses seleksi mulai dari pendaftaran hingga pengetesan dilakukan secara terbuka dan dilaporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal ini sekaligus membantah dugaan bahwa pelantikan tersebut mengandung unsur nepotisme.

“Semua tahapan dan hasil seleksi tersebut langsung kami laporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara real time. Kami pastikan pelaksanaannya dilakukan secara profesional. Tidak ada celah untuk melakukan nepotisme dalam setiap tahapan seleksi tersebut,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan