Anak Anda Main Roblox? Waspadai Grooming di Balik Layar

Sedang Trending 4 jam yang lalu

loading...

Orang tua dan anak mengenal fitur kontrol orang tua serta akun Roblox Kids untuk usia 5–12 tahun di Family Zone booth Roblox pada IGDX 2026, Sanur, Bali. Foto: ist

JAKARTA - Roblox punya akun unik anak, pemeriksaan usia, hingga kontrol orang tua. Namun, nyaris separuh orang tua belum menyalakannya. Seberapa kondusif sebenarnya?

Roblox menjadi platform besar pertama di kelasnya nan mewajibkan pemeriksaan usia sebelum pengguna bisa mengobrol. Padahal, sebuah studi pada 2025 menemukan 47 persen orang tua belum mengaktifkan kontrol orang tua di Roblox.

Celah itu krusial lantaran nyaris semua pelindungan Roblox bertumpu pada dua hal, ialah usia nan terverifikasi dengan betul dan orang tua nan ikut mengawasi. Keduanya belum sepenuhnya terpenuhi.

Global Head of Parental Advocacy Roblox Elizabeth Milovidov menyebut, kontrol orang tua dibuat sederhana dan mudah diakses agar family bisa ikut terlibat. ”Roblox telah membangun sistem keamanan berlapis nan kuat, termasuk pemeriksaan usia untuk obrolan, penemuan berbasis kepintaran buatan, moderasi manusia, dan filter untuk mencegah pertukaran info pribadi,” ujarnya.

Berlapis di Atas Kertas

Pemeriksaan usia dilakukan lewat perkiraan usia wajah melalui kamera alias unggah kartu identitas. Secara global, akun Kids untuk anak 5-8 tahun tidak mempunyai fitur obrolan dan hanya bisa mengakses gim bercap Minimal alias Mild.

Akun Select untuk usia 9-15 tahun bisa mengobrol dan mengakses gim hingga label Moderate.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews
↑