Amran Minta Pengusaha Patuhi Harga Acuan Pembelian Telur Rp 26.500/Kg

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan paparan saat panen raya kedelai ketahanan pangan di Desa Ngudikan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026). Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA FOTO

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, meminta agar para pengusaha mematuhi Harga Acuan Pembelian (HAP) penyerapan telur sebesar Rp 26.500 per kg. Hal ini merupakan langkah untuk stabilisasi nilai telur.

Sebelumnya, harga telur ayam ras nan sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir mulai menunjukkan perbaikan di sejumlah sentra produksi. Selain mengawal HAP nan sesuai, Amran juga memastikan bahwa SPHP jagung pakan sudah dikucurkan.

“Kami minta kepada seluruh pengepul, pembeli telur, nilai HAP-nya adalah Rp 26.500 per kg. Kemudian, kami juga sudah memberikan SPHP (untuk peternak) itu jagung dari Bulog,” kata Amran di Kantor Kementan, Jakarta Selatan pada Selasa (9/6).

Penjual telur ayam di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Selain itu, Amran juga menjelaskan bahwa dia juga telah menelepon Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan serapan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya stabilisasi harga. Dari hasil telepon itu, BGN menyanggupi peningkatan serapan telur untuk MBG.

Adapun dengan peningkatan serapan telur oleh BGN tersebut, Amran menyebut nantinya menu telur dihidangkan lebih banyak dalam sepekan daripada sebelumnya.

“3 kali seminggu. Cepat itu nanti,” ujar Amran.

Ia juga menjelaskan bahwa dia bakal mengawal bersama-sama dengan peternak mengenai HAP telur tersebut. Nantinya, langkah pengawalan ini juga bakal melibatkan Satgas Pangan.

“Kami bakal kirim surat Insya Allah hari ini, kepada seluruh peternak, tembusan Satgas Pangan agar memantau HPP ini kita kawal bersama, agar jangan merugikan peternak,” kata Amran.

Rekomendasi Negative List untuk Sektor Budidaya Ayam

Peternak mengumpukan telur ayam broiler di salah satu upaya ayam bertelur Desa Blang Bintang, Kabaupaten Aceh Besar, provinsi Aceh, Senin (23/7). Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa

Amran juga mengungkap rencana terbarunya mengenai sektor budidaya ayam. Menurutnya, dia bakal bersurat kepada Kementerian Investasi/BPKM mengenai agar sektor budidaya ayam masuk ke dalam negative list atau daftar pengecualian investasi.

Hal itu menurut Amran bisa dilakukan jika rakyat Indonesia sudah sanggup untuk menjalankan sektor budidaya ayam. Dengan begitu, Amran berambisi sektor budidaya ayam dapat lebih berkelanjutan.

“Kemudian, ada surat rekomendasi, kita bakal kirim ke BKPM untuk investasi, negative list investasi itu untuk sektor budidaya ayam,” ujarnya.

“Kalau rakyat Indonesia sudah sanggup. Kalau ada penanammodal lain, suruh bergerak di sektor lain. Apakah di pabrik gula, hilirisasi tambang, tapi jangan mengganggu ekonomi rakyat kecil. Supaya ini sustain,” lanjutnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan