Tangguh Yudha
, Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2026 |13:47 WIB

Mentan Amran (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bakal menyikat lenyap mafia beras fortifikasi dalam satu hingga dua pekan ke depan. Langkah tersebut menyusul temuan penyimpangan dalam peredaran beras fortifikasi.
"Satu sampai dua minggu ke depan kami bakal menuntaskan mafia beras. Ini perintah langsung Bapak Presiden,” katany dalam keterangan resminya pada Senin (3/8/2026).
Amran mengungkap, hasil pemeriksaan sementara menemukan indikasi beras biasa dipasarkan sebagai beras fortifikasi dengan nilai mencapai Rp42 ribu per kilogram. Padahal, beras fortifikasi semestinya mengandung tambahan vitamin dan mineral untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Menurutnya, praktik tersebut bukan hanya pelanggaran dalam perdagangan, tetapi juga telah merugikan masyarakat lantaran mengambil kewenangan konsumen nan semestinya memperoleh produk sesuai standar.
“Ini terlalu kejam. Beras biasa dijual sebagai beras fortifikasi sehingga selisih harganya bisa mencapai Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram. Ini mengambil kewenangan rakyat dan tidak manusiawi,” ujar Amran.
Dalam mengusut dugaan tersebut, Amran menyebut pemerintah telah mengambil sampel beras dari beragam wilayah sebagai bagian dari proses investigasi. Hasil pemeriksaan bakal menjadi dasar dalam menentukan langkah penegakan norma terhadap pihak-pihak nan terbukti melakukan pelanggaran.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·