Mentan Andi Amran Sulaiman.(MGN)
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menakut-nakuti mencabut izin upaya pelaku manipulasi nilai pakan dan telur guna menjaga stabilitas pasar dan melindungi peternak nasional.
“Bagi siapapun nan kedapatan bermain-main alias mengambil kesempatan dalam kesempitan, kami tidak bakal segan-segan untuk langsung mencabut izin usahanya,” kata Amran usai Rapat Pengunggasan Nasional di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/8).
Ia menegaskan pemerintah tidak bakal memberikan kembali izin impor kepada pelaku upaya nan terbukti melanggar kebijakan nilai pakan dan telur. Menurut Amran, pemerintah berbareng Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog telah menyusun sistem pengawasan nilai pakan dan telur hingga akhir tahun.
Ia mengatakan pemerintah juga mempertahankan nilai pakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) nan disalurkan Bulog guna menjaga stabilitas pasokan dan nilai pangan nasional. Selain itu, pemerintah mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap telur peternak lokal sesuai patokan dan petunjuk teknis baru nan telah diterbitkan.
Amran menyebut lebih dari 70 persen SPPG nan terdaftar telah menyatakan alim terhadap tanggungjawab penyerapan telur peternak lokal tersebut. Pemerintah, lanjutnya, telah menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) untuk memeriksa perusahaan nan terindikasi mempermainkan nilai pasar. Perusahaan nan terbukti melanggar bakal langsung dikenai pencabutan izin usaha.
Ia menegaskan langkah tegas tersebut diambil untuk melindungi peternak dan masyarakat serta memastikan ekosistem upaya pengunggasan melangkah setara dan saling menguntungkan.
Pemerintah, kata dia, mau memastikan tidak ada pihak nan mengambil untung berlebihan di tengah kondisi pasar nan sensitif dan berakibat langsung pada peternak rakyat. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·