ALTO Optimistis Perang Iran Tak Pengaruhi Transaksi Digital di Indonesia

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Konferensi pers PT ALTO Network di Habitate, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

PT ALTO Network menilai eskalasi perang di Timur Tengah nan melibatkan Amerika Serikat (AS), Iran, dan Israel, tidak memberikan akibat signifikan terhadap sektor sistem pembayaran, khususnya transaksi digital di Indonesia.

Chief Business Officer PT ALTO Network, Rangga Wiseno, menyatakan info perusahaan mencatat transaksi tetap menunjukkan tren peningkatan hingga saat ini, meskipun dari sisi rata-rata nilai per transaksi alias ticket size mengalami penurunan.

“(Perang Iran) tidak terlalu berdampak, dan kita jika lihat dari info transaksi (terutama) QRIS di ALTO, itu juga tetap prudent dalam artian transaksi nya naik,” kata Rangga saat ditemui usai Konferensi Pers di Habitate, Jakarta Selatan, Kamis (9/4).

Kemudian dari sisi prospek, Rangga memandang keahlian ke depan tetap positif, didukung oleh peran pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran di tengah tekanan geopolitik. Menurutnya, QRIS tidak hanya berfaedah sebagai perangkat transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kemandirian ekonomi dan stabilitas sistem finansial domestik.

“Walaupun market bergejolak, tapi kita lihat digitalisasi berjalan. Indonesia kan consumer market ya, consumer tetap bisa tetap bertransaksi dan semuanya itu diproses dari domestik gitu,” ucap Rangga.

video story embed

Rangga melanjutkan, sistem pembayaran digital di Indonesia mempunyai kelebihan dibandingkan sejumlah negara lain, sehingga menjadi aspek krusial dalam menjaga ketahanan ekonomi di tengah tekanan eksternal.

“Tentunya kita tetap bersiap (menghadapi tekanan geopolitik), jika ngomongin risiko, mesti prepare for the worst ya kan? Pemerintah Indonesia juga udah melakukan beberapa inisiasi, untuk prepare for the worst gitu,” tutur Rangga.

Dalam perihal ini, Rangga menyatakan pihaknya bakal selalu memberi support terhadap langkah-langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, termasuk upaya mitigasi akibat nan dilakukan secara makro.

Adapun ALTO mencatat keahlian transaksi nan menguat 75 persen secara year on year (yoy) dengan volume mencapai sekitar 30 juta transaksi per hari hingga kuartal I 2026. CEO PT ALTO Network, Gretel Griselda, menyatakan dari sisi komposisi, transaksi didominasi oleh QRIS nan menyumbang sekitar 89 persen.

Gretel menjelaskan, sumber utama transaksi berasal dari QRIS, diikuti oleh transfer antarbank baik melalui ATM maupun mobile banking. Sementara itu, transaksi penarikan tunai melalui ATM tetap menempati posisi berikutnya.

Berdasarkan paparannya, PT ALTO Network didukung oleh jaringan nan luas, dengan lebih dari 70 juta kartu, sekitar 50 ribu ATM, serta keterhubungan dengan sekitar 50 persen bank digital di Indonesia. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya ekosistem pembayaran digital nan terintegrasi dalam jaringan ALTO.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan