Jakarta - Massa nan menamakan diri Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi menggelar tindakan di depan gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka menyoroti dugaan penyimpangan penggunaan biaya reses DPRD Provinsi Bali.
Aksi dilakukan di depan Mabes Polri, Kejaksaan Agung, dan gedung KPK, pada Jumat (5/6/2026). Mereka prihatin dengan dugaan temuan tersebut.
"Oleh lantaran itu, kami nan tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan penyimpangan penggunaan biaya reses DPRD Provinsi Bali nan melibatkan Ketua Komisi II DPRD Bali," ujar Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi dalam selebaran nan dibagikan.
Salah satu tuntutan dari tindakan ini adalah meminta KPK menyelidiki dugaan penyimpangan biaya reses tersebut. Selain itu, massa meminta DPRD Bali terbuka kepada publik atas penggunaan biaya reses.
Mereka duit rakyat kudu digunakan untuk kepentingan rakyat. Mereka juga meminta duit rakyat tidak digunakan untuk kepentingan pribadi alias golongan tertentu.
"Bahwa duit rakyat kudu digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun golongan tertentu," tuturnya.
Terkait tindakan ini, detikcom sudah menghubungi Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih, tapi hingga sekarang belum direspons.
(ial/zap)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·