Alert! 22 Negara Ramai-Ramai Serang Iran, Ada Apa?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiba-tiba 22 negara termasuk Amerika Serikat (AS) dan Eropa memperingatkan Iran, Kamis (11/6/2026). Mereka meminta Teheran berakhir menyerang orang-orang di wilayahnya.

Mengutip AFP, ini mengenai aktivitas bandan keamanan Iran, Badan intelijen Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) dan bagian operasi luar negerinya, Pasukan Quds. Lembaga itu dikyakini terlibat dalam "rencana mematikan dan tindakan memfitnah" di Eropa, Amerika Utara dan Australia.

"Upaya untuk membunuh, menculik, melecehkan, mengintimidasi, alias menyerang orang-orang di tanah kita, melemahkan kedaulatan nasional dan norma-norma internasional. Tindakan-tindakan ini kudu segera dihentikan," kata negara-negara itu dalam pernyatannya.

"Kami berasosiasi dalam tekad kami untuk melindungi negara dan rakyat kami dari ancaman ini. Republik Islam Iran kudu menghentikan tindakan ini sekarang," tambahnya.

Negara-negara tersebut juga menuduh Iran berada di kembali kampanye serangan di seluruh Eropa nan menargetkan organisasi Yahudi, wartawan Iran, dan wartawan AS nan diklaim oleh golongan Harakat Ashab al-Yamin al-Islamiya (HAYI) nan mengenai dengan Iran. Kelompok nan berjulukan Gerakan Islam Rakyat Tangan Kanan ini mengaku bertanggung jawab atas serangan nan menargetkan organisasi Yahudi di Inggris, Belgia dan Belanda.

HAYI dilaporkan mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas penikaman dua laki-laki Yahudi dan serangkaian serangan pembakaran di sinagoga dan tempat organisasi di London utara selama beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, Australia mengusir duta besar Iran untuk Australia pada Agustus tahun lalu, menuduh Teheran mengarahkan setidaknya dua serangan antisemit, pembakaran terhadap sinagoga di Melbourne dan pembakaran kafe legal di Sydney. Canberra juga menarik duta besar Australia untuk Iran dan menghentikan operasi di kedutaan besarnya di Teheran.

Pada bulan November, Australia menunjuk IRGC sebagai negara sponsor terorisme. Tetangga RI itu menggambarkan dugaan serangan mereka di Australia sebagai "tindakan agresi rawan dan belum pernah terjadi sebelumnya nan dilakukan oleh negara asing di wilayah Australia".

Kementerian Luar Negeri Iran saat itu mengatakan bahwa keputusan Australia merupakan "tindakan nan menghina dan tidak dapat dibenarkan". Bahkan, melanggar patokan dan norma internasional.

Secara rinci, pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Albania, Australia, Belgia, Inggris, Bulgaria, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Prancis, Finlandia. Lalu Jerman, Irlandia, Latvia, Lituania, Belanda, Selandia Baru, Makedonia Utara, Norwegia, Portugal, Swedia, dan Amerika Serikat.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News