Petenis dobel putri Indonesia Janice Tjen (kiri) bersalaman dengan rekannya Aldila Sutjiadi (kanan).(Antara)
PERJUANGAN dobel putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen, di turnamen Grand Slam French Open 2026 kudu berhujung prematur. Tampil di lapangan tanah liat Roland Garros pada Kamis (28/5), pasangan Merah Putih ini tumbang setelah memberikan perlawanan sengit selama tiga set melawan unggulan Ceko-Spanyol, Marie Bouzkova/Sara Sorribes Tormo.
Aldila/Janice menyerah dengan skor akhir 7-6(7), 2-6, dan 4-6 dalam lama pertandingan nan mencapai dua jam 48 menit. Meski sempat mencuri set pertama melalui drama tie-break, stamina dan konsistensi musuh menjadi pembeda di dua set berikutnya.
Jalannya Pertandingan: Drama Tie-Break di Set Pembuka
Pertandingan dimulai dengan tensi tinggi. Aldila/Janice sempat tertinggal namun sukses bangkit untuk memimpin 5-4. Bouzkova/Sorribes Tormo sempat menyamakan kedudukan, memaksa set pertama ditentukan melalui tie-break. Di fase krusial ini, ketenangan dobel Indonesia membuahkan hasil dengan kemenangan 7-6(7).
Memasuki set kedua, ritme permainan Aldila/Janice mulai goyah. Setelah kedudukan seri 2-2, Bouzkova/Sorribes Tormo tampil dominan dengan menyapu bersih empat gim beruntun untuk menutup set kedua 2-6. Pada set penentu, dobel Ceko-Spanyol tersebut langsung tancap gas dan unggul jauh 1-4. Aldila/Janice sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5, namun Bouzkova/Sorribes sukses mengamankan servis terakhir mereka untuk menyudahi perlawanan Indonesia.
Statistik Kunci Pertandingan:
| Servis Pertama Masuk | 74% | 74% |
| Poin Servis Kedua Menang | 43% | - |
| Durasi Pertandingan | 2 Jam 48 Menit | |
Debut Pahit Janice Tjen
Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Janice Tjen dalam debutnya di Grand Slam lapangan tanah liat. Sebelumnya, petenis muda Indonesia ini juga kudu menelan kekalahan di sektor tunggal putri babak pertama saat berhadapan dengan Emma Navarro.
Meskipun kalah, performa Aldila/Janice menunjukkan prospek positif, terutama dalam perihal ketelitian servis di mana mereka mencatatkan kesalahan dobel (double faults) nan lebih sedikit dibandingkan lawan. Pengalaman bertanding di Roland Garros ini diharapkan menjadi modal berbobot bagi pasangan lintas generasi ini untuk turnamen-turnamen berikutnya di almanak WTA 2026. (Ant/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·