Jakarta - Adelia Rifani (26) menjadi salah satu korban meninggal bumi dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Kepergian Adelia membikin orang tua merasakan kehilangan nan dalam.
Ayah Adelia, Haerusli, mengenang anaknya sebagai pribadi nan menyenangkan. Hubungan ayah dan anak ini juga dekat. Adelia, kata Rusli, kerap mengirimkan foto tentang aktivitas harian kepadanya.
"Dia ini sembari Adel ngopinya kebanyakan, terus tapi dia ngirimin fotonya 'Yah, lagi di sini nih'," kata Rusli ditemui di kediamannya di Cibitung, Bekasi, Rabu (29/4/2026).
Kini tidak ada lagi kiriman foto terbaru dari Adelia nan diterima Rusli. Meski begitu, dia mengaku foto-foto nan dikirim Adelia semasa hidupnya menjadi langkah dia dalam melepas kangen kepada anaknya.
Rusli juga bercerita rutinitasnya dalam menjemput Adelia. Dia mengenang setiap hari mengantar Adelia ke Stasiun Cibitung untuk berangkat kerja.
"Setengah enam saya lenyap subuh siap-siap nganter, ya namanya wanita dandan-dandan gitu kan. Antar di jemputan ke depan 3 km ya, 15 menit. Ya jika nggak macet sih 10 menit juga sebenernya nyampe," katanya.
Riuhnya sang anak saat minta dijemput juga menjadi kenangan Rusli. Dia mengatakan Adelia selalu memintanya untuk tidak berangkat menjemput sebelum menerima telepon darinya.
"Sampai di sana, terus pulang jika dia mau dijemput nungguin telepon dia dulu. Kalau 'Yah, saya udah di sini jemput', jika belum telepon juga saya belum jalan," imbuh dia.
Adelia menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan kereta di Bekasi pada Senin (27/4). Total ada 16 orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka.
(ygs/ygs)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·