Alasan IHSG-Rupiah Anjlok, Purbaya: Ada yang Bilang Kita Mau Hancur!

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka bunyi mengenai kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nan jatuh dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya ini disebabkan persepsi negatif nan sengaja dibangun oleh beberapa pihak.

"IHSG itu sekarang jika dilihat, koreksinya sudah 38% dari puncak tertingginya. Jadi hambatan utama adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita nan nggak terlalu benar," kata Purbaya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Sabtu (6/6/2026)

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 245,01 poin alias 4,2% ke level 5.594,77.

Salah satu info nan tidak betul adalah mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya menjelaskan defisit APBN hingga akhir Mei mencapai Rp180,4 triliun alias 0,70 % dari PDB.

Pendapatan negara Rp 1.185 triliun dan shopping negara mencapai Rp 1.365,4 triliun hingga akhir Mei 2026. Adapun, keseimbangan primer tercatat surplus sebesar Rp58,6 triliun.

"Karena APBN kita bagus, ekonominya tumbuh cukup bagus. Sampai sekarang jika kita kemana-mana semuanya ekonomi aktifitas meningkat. Tapi ketika persepsi dibilang kita mau hancur, segala macam Sebagian orang terpengaruh," jelasnya.

Persepsi itu juga nan berpengaruh terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Melansir info Refinitiv, rupiah ditutup pada level Rp18.010/US$ pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

"Itu nan bakal kita hilangkan dengan kerjasama nan lebih erat dengan Bank Sentral Sebelumnya juga erat, cuman kita lebih eratin lagi," ujarnya.

"Yang pertama ya, itu ada insentif katanya. Berarti hanya nambah duit Jadi seandainya terbilangkan baru pun ada kena cash interest, ada nan mengcover," tegas Purbaya.

(mij/mij)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News