Alasan dan Keutamaan Menikah di Bulan Syawal

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Alasan dan Keutamaan Menikah di Bulan Syawal

Ilustrasi.

JAKARTA – Bulan Syawal nan kerap dikaitkan dengan Hari Raya Lebaran alias Lebaran dan silaturahmi rupanya juga sering dipilih sebagai waktu nan tepat untuk melangsungkan pernikahan. Banyak pasangan dan family menganggap pernikahan di bulan Syawal membawa keberkahan lantaran berdekatan dengan hari raya, sekaligus diyakini mempunyai keistimewaan dibandingkan bulan lainnya.

Berikut beberapa keistimewaan menikah di bulan Syawal menurut ustadz dan rekomendasi Nabi Muhammad SAW:

1. Sunnah Nabi: Menikah di Bulan Syawal 

Dasar utama rekomendasi menikah di bulan Syawal adalah sabda riwayat Aisyah RA nan meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menikahinya pada bulan Syawal dan membangun rumah tangga bersamanya pada bulan nan sama.

«عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنِّي؟»

Artinya: “Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan Syawal. Maka di antara istri-istri Rasulullah SAW, siapakah nan lebih beruntung di sisi beliau dari diriku?” [HR Muslim].

Ulama menjelaskan bahwa sabda ini menunjukkan adanya rekomendasi untuk menikah, menikahkan, dan berasosiasi suami istri pada bulan Syawal. Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada waktu nan “buruk” dalam Islam, lantaran keberkahan datang dari niat, ketakwaan, dan ridha Allah.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com