Alasan Barang Impor Murah Serbu RI Berbahaya, Bikin Rontok Struktural

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) Frida Adiati menegaskan, kekhawatiran terhadap akibat impor ke industri dalam negeri tidak semata-mata dilihat dari besarnya nilai impor suatu produk, melainkan potensi akibat struktural terhadap daya saing dan keberlangsungan industri dalam negeri.

"Seluruh kasus mempunyai akibat terhadap industri dalam negeri, khususnya mengenai dengan kerugian nan dialami, investasi, tenaga kerja dan lain-lainnya," kata Frida kepada CNBC Indonesia, Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, dalam proses penyelidikan, KADI menemukan adanya indikasi nilai impor dari negara tertentu berada pada tingkat nan tidak wajar jika dibandingkan dengan nilai produk nan dijual di pasar domestik negara nan dituduh.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap nilai produk dalam negeri. Jika tekanan tersebut berlanjut, dampaknya bisa merembet ke beragam aspek keahlian industri domestik.

"Dalam penyelidikan KADI menunjukkan bahwa terdapat indikasi nilai impor dari negara tertentu berada pada tingkat nan tidak wajar, dibandingkan dengan nilai nan dijual di pasar domestik negara nan dituduh. Hal ini berpotensi menimbulkan tekanan terhadap nilai produk dalam negeri," jelasnya.

Frida menyebut tekanan tersebut dapat menyebabkan penurunan volume penjualan hingga pangsa pasar industri dalam negeri. Selain itu, utilisasi kapabilitas produksi dan profitabilitas perusahaan juga berpotensi ikut tertekan.

"Kondisi tersebut dapat berakibat pada industri dalam negeri, misalnya dalam penurunan volume penjualan, pangsa pasar di pasar domestik, utilisasi kapabilitas produksi, profitabilitas, hingga keberlangsungan industri domestik," ujar dia.

Frida menegaskan indikasi tersebut tetap kudu dianalisis lebih lanjut. KADI perlu melakukan verifikasi lapangan, baik terhadap industri dalam negeri, maupun eksportir selama proses penyelidikan.

"Namun demikian, perihal tersebut tetap perlu dianalisa secara lebih lanjut, termasuk melalui verifikasi lapangan, baik ke IDN maupun eksportir selama proses penyelidikan," kata Frida.

Pembuktian nan dilakukan KADI mencakup ada alias tidaknya praktik dumping, kerugian nan dialami industri dalam negeri, serta hubungan sebab-akibat antara impor nan diduga dumping dengan kerugian tersebut.

Karena itu, Frida menekankan kasus nan dianggap krusial bukan sekadar kasus dengan nilai impor terbesar. KADI juga memandang seberapa besar potensi kasus tersebut mengganggu struktur dan keahlian industri dalam negeri untuk memperkuat dan bersaing.

"Dengan demikian, kasus paling krusial bukan semata-mata nan mempunyai nilai impor terbesar, tetapi juga mempunyai potensi akibat struktural terhadap daya saing dan keberlangsungan industri dalam negeri," tegasnya.

Apabila dalam penyelidikan terbukti terdapat unsur dumping sekaligus menimbulkan kerugian bagi industri dalam negeri, hasil penyelidikan KADI dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk mempertimbangkan penerapan tindakan perdagangan.

"Apabila terbukti memenuhi unsur dumping dan menimbulkan kerugian, hasil penyelidikan KADI dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk mempertimbangkan penerapan tindakan perdagangan, seperti Bea Masuk Antidumping dan Bea Masuk Imbalan. Dengan demikian tercipta persaingan nan lebih setara bagi industri domestik," pungkas dia.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News