Demonstrasi terjadi di Kenya Senin saat penduduk dan aktivis menentang rencana pembangunan sebagian area Taman Nasional Nairobi menjadi lahan parkir. Dilansir Reuters, Selasa (9/6/2026), polisi Kenya menembakkan gas air mata dan menangkap sembilan orang saat tindakan protes terjadi. (REUTERS/Monicah Mwangi)
Sekitar 250 orang berkumpul di luar gerbang utama taman nasional sembari membawa poster bertuliskan "Alam bukanlah lahan kosong". Mereka kemudian berbanjar di sepanjang jalan dekat letak sebelum dibubarkan oleh abdi negara anti huru hara. (REUTERS/Thomas Mukoya)
Salah satu pendemo nan diamankan adalah mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Kenya, David Maraga. Para demonstran menilai proyek nan direncanakan pemerintah berpotensi mengurangi luas salah satu area konservasi paling terkenal di negara itu. (REUTERS/Monicah Mwangi)
Sebagian taman nasional hendak dijadikan area parkir. Pendemo menyebut ini bisa mengganggu area lindung. Mereka juga mengkritik proses konsultasi publik nan dianggap tidak memadai serta penilaian akibat lingkungan nan dinilai kurang transparan. (REUTERS/Monicah Mwangi)
"Kami hanya di sini untuk mencoba menyuarakan pendapat kami. Ini adalah taman nasional, bukan tempat parkir nasional," kata salah satu pendemo, Njeri Mwangi. (REUTERS/Thomas Mukoya)
Sementara itu, Kenya Wildlife Service menyatakan proyek parkir itu adalah bagian dari ekspansi "Panti Asuhan Hewan Nairobi". Ini telah sesuai peraturan lingkungan nan bertindak dan bermaksud meningkatkan kesejahteraan satwa serta edukasi bagi pengunjung. (REUTERS/Thomas Mukoya)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·