Akun Misterius Bermunculan, Raup Miliaran dari Taruhan Iran-AS

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah akun misterius di platform pasar prediksi Polymarket dilaporkan meraup untung milyaran rupiah dari taruhan mengenai gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran nan diumumkan secara mengejutkan.

Berdasarkan info blockchain publik nan dianalisis platform mata uang digital Dune Analytics, puluhan akun baru memasang taruhan besar hanya beberapa jam sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata.

Padahal, sebelumnya situasi terlihat memanas. Trump sempat melontarkan ancaman keras terhadap Iran dan tidak ada sinyal kuat bahwa kesepakatan tenteram bakal segera tercapai.

Salah satu akun nan baru dibuat pada hari nan sama tercatat memasang taruhan sekitar US$72.000 alias setara Rp1,2 miliar. Taruhan tersebut kemudian menghasilkan untung hingga US$200.000 alias sekitar Rp3,4 miliar.

Selain itu, beberapa akun lain juga mencatat untung besar, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah, dari taruhan serupa nan dipasang tepat sebelum pengumuman resmi.

Secara total, sejumlah akun apalagi dilaporkan meraup untung lebih dari US$600.000 alias sekitar Rp10,2 miliar dari tindakan taruhan ini.

Menariknya, sebagian besar akun tersebut merupakan akun baru tanpa riwayat transaksi sebelumnya. Aktivitas ini memicu kecurigaan publik lantaran pola taruhan nan sangat presisi terhadap momen pengumuman.

Data blockchain memang berkarakter terbuka, namun tidak dapat mengungkap identitas di kembali akun-akun tersebut. Sistem dompet anonim memungkinkan satu pihak mengendalikan banyak akun sekaligus.

Sejumlah taruhan apalagi tetap belum dibayarkan lantaran status perjanjian gencatan senjata ditandai sebagai "diperselisihkan". Hal ini lantaran situasi di lapangan belum sepenuhnya stabil, termasuk tetap adanya pembatasan di Selat Hormuz dan serangan militer nan berlanjut.

Fenomena ini kembali memunculkan kekhawatiran soal potensi penggunaan info orang dalam di pasar prediksi. Apalagi, pola serupa sebelumnya juga terjadi dalam taruhan mengenai peristiwa geopolitik lain.

"Inilah kenapa pasar-pasar ini memerlukan regulasi. Kita tidak bisa membiarkan orang berbisnis dengan info rahasia," ujar Todd Phillips, guru besar di Georgia State University, seperti dikutip The Guardian, Kamis (9/4/2026).

Sejumlah personil Kongres AS sekarang mendorong patokan baru untuk memperluas arti insider trading agar mencakup aktivitas di pasar prediksi seperti Polymarket.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News