Ilustrasi(Magnific)
PERETAS sukses membobol akun Instagram milik seorang pejabat senior Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (Space Force), Minggu (31/5) waktu setempat. Dalam tindakan tersebut, pelaku sempat mengunggah serangkaian konten propaganda pro-Iran dan anti-AS, nan beberapa di antaranya menyinggung peristiwa Perang Vietnam.
Salah satu video nan ditinjau CNN menggunakan rekaman bunyi dari "Hanoi Hannah", seorang propagandis terkenal era Perang Vietnam, nan menyerukan kepada tentara AS untuk "meninggalkan kapal nan tenggelam". Video tersebut juga menampilkan gambar mendiang pejabat keamanan Iran, Ali Larijani, nan tewas beberapa minggu setelah dimulainya perang antara AS, Israel, dan Iran.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Sersan Mayor John Bentivegna, selaku bintara tinggi di Space Force, langsung memberikan peringatan kepada rekan-rekannya melalui sebuah unggahan di FB pada Minggu malam agar tidak mengeklik tautan apa pun alias berinteraksi dengan video nan diunggah oleh akunnya.
"Kami sedang bekerja sama dengan tim mengenai untuk memulihkan akses dan menyelesaikan masalah ini secepat mungkin," kata Bentivegna. Juru bicara Space Force telah mengonfirmasi adanya peretasan tersebut, namun menolak menjawab pertanyaan mengenai berapa lama konten peretasan itu sempat terpajang alias siapa pihak nan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Space Force memegang peran krusial dalam operasi militer AS terhadap Iran. Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, mengapresiasi pasukan tersebut lantaran menggunakan "efek non-kinetik" untuk melumpuhkan pertahanan Iran ketika AS mulai membom negara itu pada 28 Februari lalu.
Terkait situasi bentrok ini, para pemimpin militer AS telah berulang kali memperingatkan pasukannya bahwa ponsel dan akun daring mereka dapat menjadi sasaran selama perang berlangsung. Komando Sentral AS (CENTCOM), nan memimpin perang AS di Iran, baru-baru ini memberi tahu personil majelis bahwa mereka telah "menerima beberapa laporan ancaman mengenai pemanfaatan info letak komersial oleh musuh untuk menargetkan alias mengawasi personel AS di medan operasi."
Kasus ini menambah panjang daftar pertempuran propaganda nan mewarnai bentrok kedua negara. Sebelumnya pada akhir April, beberapa personel Korps Marinir AS, pegawai sipil, dan family mereka menerima pesan teks berisi ancaman nan disebut Angkatan Laut sebagai ancaman "tidak berdasar" dari golongan nan diduga peretas Iran. Salah satu pesan tersebut berbunyi, "Identitas Anda sepenuhnya diketahui oleh unit rudal kami, dan setiap aktivitas nan Anda lakukan berada di bawah pengawasan kami."
Selain itu, pada bulan Maret lalu, peretas Iran juga membobol akun email pribadi Direktur FBI Kash Patel dan membocorkan foto serta email lamanya. Sementara di sisi lain, Gedung Putih dan CENTCOM juga kerap merilis video serangan militer nan diedit secara apik, nan bagi banyak pengamat justru membangkitkan nuansa permainan video seperti Call of Duty. (CNN/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·