Akui Kekurangan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik, Ini Penjelasan Bahlil

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Kamis, 18 Juni 2026 |18:07 WIB

Akui Kekurangan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik, Ini Penjelasan Bahlil

Akui Kekurangan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik, Ini Penjelasan Bahlil (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengakui adanya halangan pada hari operasi pembangkit (HOP) milik PT PLN (Persero) nan dipicu oleh minimnya suplai batu bara dengan kalori menengah alias sebesar 5.200 kcal/kg GAR. 

Kementerian ESDM juga sempat mencatat hanya sekitar 5% nan mempunyai nilai kalori di atas 6.000 kcal/GAR dari total persediaan batu bara nasional sebesar 31 miliar ton, sehingga jika sektor industri berjuntai kuat lini operasionalnya pada batu bara kalori tinggi, maka bakal menakut-nakuti kelangsungan bisnis. 

Bahlil mengakui bahwa persoalan ini tidak terlepas dari kecenderungan menyusutnya kualitas kandungan kalori pada hasil produksi batu bara domestik.

"Itu ada hambatan memang sedikit terhadap batu bara nan medium kalori, nan 5.200. Kita kan tahu bahwa sekarang kan kalori batu bara kita ini kan semakin hari semakin rendah. Nah ini nan kita lagi cari solusinya, tapi secara nan lainnya enggak ada masalah," ujar Bahlil di Kompleks Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Dari sisi izin niaga, nilai jual komoditas batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri saat ini tetap merujuk pada ketentuan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 70 dolar AS per ton. 

Di sisi lain, para penambang kudu menghadapi realita berupa membengkaknya ongkos produksi di lapangan, nan tecermin dari tingginya rasio pengupasan tanah alias stripping ratio (SR) nan sekarang bertengger di rentang 8 persen hingga 12 persen. 

Kondisi beban operasional nan terlampau tinggi ini dinilai tidak lagi seimbang denganbketentuan nilai jual nan rendah untuk keberlanjutan roda upaya pertambangan.

"Untuk medium ini kan SR-nya sudah di 8-12 persen, cost produksinya kan udah tinggi. Jadi kita juga kudu membijaksanai agar teman-teman pengusaha juga jangan juga dibeli dengan nilai nan sangat murah. Kalau beli harganya rugi enggak mungkin juga. Karena pengusaha juga kan kudu jaga agar mereka tidak rugi ucapnya," kata Bahlil.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com