Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat-Warga Mengungsi, Awas Bencana Baru

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, penduduk Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, saat ini telah mengungsi ke Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran. Menyusul peningkatan aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara hingga Selasa (1/9/2026).

Peningkatan aktivitas tersebut menyusul erupsi Gunung Sinabung pada Senin (31/8) pukul 12.00 WIB. Erupsi menghasilkan kolom erupsi sekitar 3.500 meter di atas puncak alias sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut. Hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.

Karena itu, tingkat aktivitas Gunung Sinabung dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), terhitung sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.

Sementara, Penetapan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo berasas Nomor 361/559/BPBD/2026 bertindak selama 90 hari, terhitung sejak 8 Juli hingga 5 Oktober 2026.

Menurut BNPB, info sementara, sebanyak sekitar 211 family alias 615 jiwa penduduk Desa Kuta Tengah berada di letak pengungsian. Sedangkan penduduk Desa Payung, Kecamatan Payung, tetap memperkuat di rumah masing-masing dengan tetap bersiaga.

"Pemerintah wilayah berbareng unsur mengenai terus memantau kondisi masyarakat di wilayah nan berpotensi terdampak," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026).

"Erupsi tersebut merupakan erupsi awal dan tetap terdapat kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas. Wilayah nan menjadi perhatian meliputi Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat serta Desa Payung di Kecamatan Payung," tambahnya.

Tak hanya itu, lanjut Berton, seiring dengan perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, area rawan musibah juga diperluas berasas rekomendasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Masyarakat dan visitor tidak diperkenankan melakukan aktivitas pada desa-desa nan telah direlokasi, radius radial 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral hingga 6 kilometer ke arah selatan-timur," kata Berton.

"Pemantauan aktivitas Gunung Sinabung terus dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Masyarakat nan berada dan bermukim di sekitar sungai nan berhulu di Gunung Sinabung juga perlu mewaspadai potensi ancaman lahar. Evaluasi tingkat aktivitas gunung api dilakukan secara berkala alias sewaktu-waktu andaikan terjadi perubahan signifikan," tambahnya.

BNPB mengimbau masyarakat dan visitor agar mematuhi area nan telah ditetapkan sebagai area bahaya, tidak melakukan aktivitas di desa-desa nan telah direlokasi. Serta, mengikuti pengarahan pemerintah wilayah dan lembaga berwenang.

"Warga nan bermukim di sekitar alur sungai nan berhulu di Gunung Sinabung juga diminta mewaspadai potensi ancaman lahar," katanya.

Update Pengamatan Gunung Sinabung

Terpisah, tim pengamatan gunung api Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan, per hari ini, Rabu (2/9/2026, pukul 06.00-12.00 WIB), secara visual Gunung Sinabung terlihat jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 300-500 m di atas puncak kawah.

"Teramati Abu Vulkanik ke arah Utara - Timur laut. Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-3 mm (dominan 2 mm)," tulis Penyusun Laporan Henry M.T Simatupang.

Berikut rekomendasi tim pengamatan gunung api Badan Geologi:

1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa nan sudah direlokasi, serta letak di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius 6 km untuk sektoral selatan-timur

2. Masyarakat nan berada dan bermukim di dekat sungai-sungai nan berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap ancaman lahar

3. Pemerintah Daerah Kabupaten Karo agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi alias Pos Pengamatan Gunung api Sinabung.

Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, mengungsi ke Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, menyusul peningkatan aktivitas Gunung Sinabung, Selasa (1/9/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Karo)Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, mengungsi ke Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, menyusul peningkatan aktivitas Gunung Sinabung, Selasa (1/9/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Karo) Foto: (Dok. BPBD Kabupaten Karo)

(dce/dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News