Aktivitas Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ungkap Ancaman yang Masih Mengintai

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini terpantau mengalami penurunan. Namun, potensi terjadinya erupsi susulan dipastikan tetap tetap ada.

Kepala PVMBG Rita Susilawati menyampaikan bahwa meskipun perangkat pemantauan mencatat tren penurunan, perihal tersebut tidak mengindikasikan aktivitas gunung api di perairan Selat Sunda itu telah sepenuhnya berhenti.

"Memang saat ini perangkat pemantauan kami memonitor aktivitas Gunung Anak Krakatau menurun, tetapi menurunnya itu bukan berfaedah bakal berakhir aktivitasnya. Kemungkinan tetap bakal terjadi erupsi," katanya usai meninjau Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang, seperti dilansir Antara, Minggu (6/9).

Guna mengantisipasi potensi ancaman tersebut, PVMBG terus melakukan pemantauan ketat selama 24 jam penuh. Rita memastikan seluruh hasil pengamatan bakal selalu dikomunikasikan kepada pemerintah wilayah setempat, terutama andaikan terjadi perubahan rekomendasi penanganan kebencanaan.

Terkait sebaran material erupsi, Rita mengingatkan penduduk dan otoritas mengenai untuk mewaspadai pergerakan abu vulkanik nan arahnya sangat berjuntai pada embusan angin dan bisa berubah setiap hari. Pada 6 September, sebaran abu tercatat mengarah ke wilayah barat, bagian selatan Selat Sunda, hingga Samudra Hindia.

"Kami memonitor di sini ada beberapa stasiun pengamatan, bekerja sama dengan BMKG dan juga ada stasiun di Australia nan kita bisa bersama-sama memantau perubahan arah angin untuk abu ini, lantaran abu ini juga bakal memengaruhi penerbangan," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita