Kamera pengawas di rimba purba Polandia menangkap momen menegangkan saat kawanan bison berasosiasi melawan kawanan serigala demi menyelamatkan seekor bayi nan baru lahir.(Wijnands & Borowik, 2026. (CC BY 4.0). Mammal Research Institute, Polish Academy of Sciences.)
SEBUAH kamera pengawas (camera trap) nan dipasang di rimba purba Polandia sukses mengabadikan momen luar biasa nan sangat jarang terjadi di alam liar. Untuk pertama kalinya, para intelektual mendapatkan bukti rekaman video nan memperlihatkan kawanan serigala tengah menyerang sekelompok bison Eropa. Kejadian menegangkan ini sekaligus mengubah pemahaman lama para peneliti mengenai hubungan antar-predator di area tersebut.
Peristiwa langka ini terjadi di Hutan Purba Bialowieza, sebuah area rimba dataran rendah tertua dan paling alami di Eropa nan membentang di perbatasan antara Polandia dan Belarusia. Hutan ini menjadi rumah bagi populasi bison Eropa (Bison bonasus) terbesar di dunia. Selama ini, bison Eropa kerap dijuluki sebagai "Raja Hutan" dan dikategorikan sebagai jenis non-mangsa nan tidak mempunyai predator alami selain manusia lantaran ukuran tubuhnya nan masif. Namun, temuan terbaru ini membantah teori tersebut.
Dalam video nan direkam, terlihat lima ekor serigala (Canis lupus) mulai memasuki area pemantauan, diikuti oleh tiga induk bison beserta seekor bayi bison nan baru lahir. Situasi menjadi kacau ketika induk bison mencoba mengejar serigala, nan justru membikin bayi bison tertinggal sendirian tanpa perlindungan.
Melihat celah tersebut, kawanan serigala langsung mengepung sang bayi, menggigit lehernya, dan mencoba menyeretnya pergi. Beruntung, dua induk bison segera berbalik arah dan menerjang serigala untuk menyelamatkan bayi tersebut. Tak menyerah sampai di situ, kawanan serigala kembali menyergap bayi bison untuk kedua kalinya di latar belakang video. Pada momen kritis inilah seluruh kawanan bison berasosiasi membentuk lingkaran pelindung nan kokoh, memaksa kawanan serigala menyerah dan menghentikan serangan mereka.
Penelitian mengenai video ini dipublikasikan dalam jurnal Ecology and Evolution. Para peneliti dari Institut Penelitian Mamalia di Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia menegaskan pentingnya pengarsipan visual ini bagi bumi sains.
"Sepanjang pengetahuan kami, kami menyajikan bukti rekaman video pertama tentang serigala nan menyerang kawanan bison Eropa di Hutan Purba Bia?owie?a," tulis para peneliti dalam studi mereka. "Meskipun video tersebut tidak memperlihatkan kematian secara langsung, perihal ini menunjukkan bahwa serangan lain terhadap bison Eropa berpotensi membuahkan hasil."
Berdasarkan catatan arsip sejarah, serangan serigala terhadap bison Eropa sebenarnya sempat lumrah terjadi pada abad ke-19, dengan rata-rata delapan kematian tercatat setiap tahun antara tahun 1840 hingga 1849. Namun, setelah bison Eropa sempat dinyatakan punah di alam liar pada tahun 1919 dan diperkenalkan kembali ke Hutan Bia?owie?a pada tahun 1952, serigala condong beranjak memburu mangsa nan lebih mudah seperti rusa roe, rusa merah, dan babi hutan.
Melalui rekaman terbaru ini, para intelektual sekarang menduga bahwa hubungan predator-mangsa antara serigala dan bison mungkin terjadi lebih sering daripada nan diperkirakan sebelumnya, nan dapat memberikan akibat ekologis krusial bagi manajemen konservasi satwa di masa depan. (Live Science/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·