Para pekerja tambang nan melakukan mogok makan berkumpul untuk berunjuk rasa ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam di Ankara, Turki, Senin (27/4/2026). (REUTERS/Efekan Akyuz)
Unjuk rasa tersebut dilakukan mereka belum menerima upah, pesangon, dan hak-hak pekerja nan semestinya mereka terima. (REUTERS/Efekan Akyuz)
Sejumlah massa nan ikut dalam tindakan tersebut juga terlihat berebahan di jalan sembari membawa helm kuning nan biasa mereka gunakan sebagai pekerja tambang. (REUTERS/Efekan Akyuz)
Mogok makan mereka memasuki hari kedelapan, sementara golongan terpisah nan terdiri dari 57 penambang melanjutkan pawai ke Ankara nan dimulai sembilan hari sebelumnya, lapor surat berita Sozcu. (REUTERS/Efekan Akyuz)
Perwakilan serikat pekerja tambang, Basaran Aksu, mengatakan perselisihan itu berkarakter politis, menuduh orang kaya dan perusahaan mereka mendominasi parlemen dan peradilan. (REUTERS/Efekan Akyuz)
Polisi juga dilaporkan menahan menahan Aksu setelah pidatonya di hadapan massa, lapor Sozcu diktuip dari Reuters. (REUTERS/Efekan Akyuz)
Para penambang akhirnya menerobos barikade polisi di Taman Kurtulus setelah bentrok kedua. Polisi kemudian mengepung golongan itu lagi. (REUTERS/Efekan Akyuz)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·