Akses Pembiayaan bagi Pelaku Usaha Diperluas melalui Penguatan Rantai Pasok

Sedang Trending 18 jam yang lalu
Akses Pembiayaan bagi Pelaku Usaha Diperluas melalui Penguatan Rantai Pasok Bank SMBC Indonesia menjalin kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) untuk memperkuat pembiayaan perdagangan.(SMBC)

Kerja sama antara Bank SMBC Indonesia dan Asian Development Bank (ADB) diarahkan untuk memperkuat pembiayaan perdagangan dan rantai pasok sekaligus mendukung terciptanya ekosistem perdagangan nan lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan. Melalui kerja sama tersebut, Bank SMBC Indonesia memperluas kapabilitas pembiayaan bagi pelaku upaya dari beragam segmen dengan memanfaatkan skema unfunded risk participation.

Dalam skema ini, ADB bertindak sebagai mitra partisipasi akibat bagi portofolio pembiayaan perdagangan dan rantai pasok Bank SMBC Indonesia. Mekanisme tersebut dirancang untuk memperkuat pengelolaan akibat angsuran nan telah diterapkan bank sekaligus menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

“Pembiayaan perdagangan dan rantai pasok memainkan peran nan semakin krusial dalam menghubungkan pelaku usaha, mendukung aktivitas komersial, dan memperkuat rantai nilai,” kata Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia Jun Saito.

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kapabilitas serta menyediakan solusi nan mendukung kebutuhan upaya pengguna nan terus berkembang dalam sebuah ekosistem upaya nan lebih luas.”

Dalam pelaksanaannya, Bank SMBC Indonesia tetap menangani proses origination, administrasi, pengelolaan, hingga pemantauan transaksi pembiayaan. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari program ADB dalam mendukung akses pembiayaan perdagangan dan rantai pasok. Bank SMBC Indonesia menyatakan pelaksanaannya tetap merujuk pada prinsip tata kelola perusahaan nan baik, termasuk melalui proses uji tuntas terhadap nasabah, kepatuhan terhadap regulasi, serta pemantauan portofolio secara berkelanjutan. Kerangka tersebut ditujukan untuk memastikan penerapan prinsip kehati-hatian dalam aktivitas perbankan sekaligus menjaga keselarasan dengan standar internasional.

Pembiayaan perdagangan dan rantai pasok menjadi salah satu instrumen nan digunakan Bank SMBC Indonesia untuk mendukung kebutuhan pembiayaan pelaku upaya di beragam tahapan rantai nilai. Pengembangan sistem dan produk dilakukan untuk menjangkau segmen upaya mulai dari korporasi hingga mikro.

Penguatan pembiayaan tersebut berjalan di tengah pertumbuhan angsuran pada sejumlah segmen upaya Bank SMBC Indonesia. Hingga akhir Juni 2026, angsuran konsolidasi segmen korporasi dan komersial tercatat tumbuh 12,8 persen secara tahunan menjadi Rp116,5 triliun.

Pertumbuhan juga terjadi pada sejumlah segmen lainnya. Kredit Jenius meningkat 9,9 persen secara tahunan menjadi Rp3,69 triliun, sedangkan pembiayaan BTPN Syariah tumbuh 8,7 persen menjadi Rp11,03 triliun. Sementara itu, pembiayaan melalui anak upaya OTO & SOF naik 5,8 persen secara tahunan menjadi Rp31,89 triliun.

“Kolaborasi ini semakin memperkuat peran Bank SMBC Indonesia sebagai mitra finansial tepercaya dalam mendukung aktivitas perdagangan dan rantai pasok di Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi bumi usaha, meningkatkan ketahanan ekosistem perdagangan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nan berkelanjutan,” tutup Saito. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia