Akses Exit Tol Jogja-Solo Diperpanjang, Perkuat Konektivitas ke Gunungkidul

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi tol Jogja-Solo. Foto: Biro Komunikasi Publik Kementerian PU

PT Jasa Marga bakal memperpanjang akses dari Exit Tol Purwomartani hingga Bokoharjo, Sleman sepanjang sekitar 1,9 kilometer.

Infrastruktur tersebut disiapkan untuk memperkuat konektivitas menuju Gunungkidul sekaligus mengurangi beban lampau lintas di Jalan Laksda Adisutjipto dan jalur menuju Piyungan.

Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, usai berjumpa dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kantor Gubernur DIY, Kamis (6/8).

Menurut Rivan, akses nan dibangun merupakan perpanjangan jalan penghubung dari Exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo, bukan pembangunan exit tol baru.

“Di Purwomartani ini ditambahkan lagi dengan adanya elevated dengan penambahan jembatan menuju Bokoharjo. Tentu ini satu upaya untuk memastikan pengaturan atas lampau lintas tidak langsung melalui Adisutjipto dan sekaligus mendukung wilayah Bantul, Gunungkidul maupun pengguna Jalan Wonosari,” kata Rivan kepada awak media usai pertemuan tersebut, Kamis (6/8).

Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, usai berjumpa dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kantor Gubernur DIY, Kamis (6/8). Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Ia menjelaskan, akses jalan tersebut bakal diperpanjang sekitar 1,9 hingga 2 kilometer dari Exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo.

“Sebetulnya exit toll itu ada di Purwomartani. Tapi akses terhadap exit toll ini ditambahkan lebih dari 1,9 sampai 2 kilometer sampai di Bokoharjo,” katanya.

Rivan mengatakan, Jasa Marga menargetkan jalur penghubung tersebut dapat difungsikan secara fungsional pada periode Lebaran 2027.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut pembangunan akses tersebut lantaran dinilai membuka jalur baru menuju Gunungkidul.

Namun, dia mengingatkan manfaatnya belum bakal optimal andaikan pembangunan sisa jalan penghubung belum diselesaikan.

“Kita sudah diuntungkan nan tadinya tidak ada akses untuk ke Gunungkidul di dalam tol, tapi sekarang ada. Tapi untuk nyambung tetap perlu sekarang dibangun 1,9 kilometer, berfaedah tahun depan sisanya 1,1 kilometer kudu dibangun,” kata Sultan.

Menurut Sultan, penyelesaian sisa jalan penghubung tersebut diperlukan agar arus kendaraan menuju Gunungkidul tidak lagi berjuntai pada jalur Piyungan sekaligus mendukung akses menuju area pariwisata di wilayah tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan