Kasus pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Bogor yang dikeroyok hingga diinjak-injak berakhir. Keluarga kedua pelaku telah sepakat berdamai.
Dirangkum detikcom, Sabtu (6/6/2026), video pengeroyokan nan menimpa korban juga beredar di media sosial. Dalam video viral terlihat seorang remaja bertelanjang dada tertelungkup di gang sempit di antara bangunan.
Di sekeliling korban, berdiri sekitar lima orang menggunakan seragam sekolah. Dinarasikan bahwa korban dan pelaku pengeroyokan sesama pelajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini lampau diselidiki oleh kepolisian. Total enam terduga pelaku sukses diamankan. Namun, perkara ini berhujung tenteram setelah family pelaku dan korban bertemu.
Sepakat Damai
Pihak family pelaku dan korban siswa viral dikeroyok hingga diinjak-injak di Baranangsiang, Kota Bogor, sepakat berdamai. Perdamaian diambil setelah dilakukan obrolan oleh kedua pihak.
"Saya perwakilan dari orang tua pelaku dari kemarin itu udah obrolan dengan family korban dan juga pihak berwenang. Lalu kami menyepakati keputusan akhir, kami memutuskan untuk tenteram dari kedua belah pihak, dengan tanggung jawab tentunya, kompensasi terhadap korban," kata perwakilan family pelaku berjulukan Devi ditemui di Polresta Bogor Kota, Jumat (5/6).
Devi meminta maaf atas kejadian nan menimpa korban. Dia berambisi para pelaku mendapatkan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.
"Mungkin tambahan juga harapannya untuk ke depannya tidak ada lagi terulang jadi seperti ini. Harapannya juga dari pihak berkuasa juga mengenai itu bisa dilakukan pembinaan terhadap pelaku juga, agar tidak ada lagi juga kekerasan maupun di sekolah maupun di luar sekolah," kata Novi.
Sementara itu, orang tua korban berjulukan Iis mengaku sudah merelakan kejadian nan menimpa anaknya. Iis dan family sudah mengampuni perbuatan pelaku.
"Iya nan sudah-sudah aja. nan terpenting ke depannya mereka tidak terulang lagi, saya sudah mengampuni semuanya," kata Iis.
"Sedikit sih ada (waswas), hanya saya percaya sama sekolah agar bisa terus dibimbing kembali di sekolah juga. Iya lah pasti (dibina di rumah), agar pulang sekolah langsung pulang, tidak nongkrong lagi demi keselamatan anaknya juga," kata Iis.
Motif Pengeroyokan
Polisi diketahui sempat mengamankan pelaku dan korban siswa nan viral dikeroyok hingga diinjak-injak di Baranangsiang, Kota Bogor. Polisi menyebut korban diinjak-injak sedang diospek sebelum berasosiasi ke golongan alias geng para pelaku.
"Pemicunya itu si korban ini kan mau masuk (bergabung) ke golongan mereka itu, jadi semacam diospek ya, hanya dengan langkah begitu. Jadi semuanya itu kan tujuh orang tu di dalam video itu, nah si korban ini nan namanya R mau masuk ke golongan mereka itu," kata Kapolsek Bogor Timur AKP Asep Sundana, Kamis (4/6).
"Jadi untuk masalah lain nan jadi pemicu sampai terjadi penganiayaan sih nggak ada, hanya syarat masuk golongan mereka itu seperti itu," imbuhnya.
Hal serupa diungkap Kanit Reskrim Polsek Bogor Timur Iptu Iwan Heri Setiawan. Dari hasil keterangan sementara, pelaku menyebut penganiayaan dalam video viral menjadi tradisi bagi calon personil baru geng BRAK, nama perkumpulan para pelaku.
"Kalau sementara ini, jadi dia (korban) mau masuk golongan mereka (pelaku) itu. Jadi ada tradisi menurut mereka, bagi nan baru masuk. Ya diospek gitu lah istilahnya," kata Iwan dihubungi terpisah.
"Jadi jika masalah alias motif lainnya nggak ada, hanya dia mau gabung geng itu, jadi istilahnya perkenalan. Jadi dia itu ada namanya geng BRAK alias pedoman BRAK. Jadi tongkrongan campuran antar sekolah juga di situ," imbuhnya.
(ygs/ygs)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·