Airlangga Ungkap Dunia Mulai Takut dengan Ekspor RI

Sedang Trending 19 jam yang lalu

Bogor, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengungkapkan Negara Barat seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris mulai cemas dengan produk nan di ekspor Indonesia ke AS maupun Inggris.

Airlangga mengatakan ekspor peralatan dari Indonesia ke AS meningkat tajam pada 2025, membikin Negeri Paman Sam cemas dan akhirnya mengenakan tarif resiprokal ke Indonesia.

"Tahun lalu, kita ekspor ke AS cukup besar dan kenaikan ekspor ke AS itu mencapai 110%. Tetapi lantaran kita naik 110%, maka kita dianggap melakukan dumping dan dikenakan bea masuk 110%," kata Airlangga dalam paparannya di Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Kamis (27/8/2026).

Selain itu, ekspor baja nan semakin masif ke AS membikin pemerintah Negeri Paman Sam juga mengenakan tarif resiprokal sektoral, meski pemerintah Indonesia dengan pemerintah AS sudah menandatangani agreement on reciprocal tarif.

"Walaupun kita sudah tandatangan agreement on reciprocal tarif, tetapi mereka secara sektoral tetap meningkatkan bea masuk untuk baja kita, lantaran kita lihat ekspor baja dari 2016 nan tetap US$ 4 miliar, per 2025 sudah mencapai US$ 30 miliar," terang Airlangga.

Dengan melonjaknya nilai ekspor baja ke AS, banyak Negara Barat, terutama AS dan Inggris akhirnya mengenakan tarif resiprokal sebesar 50% atas ekspor baja dari Indonesia. Padahal, ekspor baja ke AS dan Inggris relatif kecil

"Maka AS mengenakan sektoral tarif baja 50%, begitu juga negara Uni Eropa dan Inggris nan mengenakan tarif 50%, padahal ekspor kita ke Uni Eropa ataupun ke Inggris relatif kecil, demikian pula ke AS relatif mini lantaran kita hanya mengekspor genting seng dan galvalum," jelas Airlangga.

Meski jumlahnya kecil, tetapi lantaran kemampuannya sudah meningkat, membikin mereka khawatir

"Jadi seluruh bumi cemas bukan lantaran jumlah ekspor kita banyak, jumlahnya mini kok, tapi dengan peningkatan keahlian ekspor kita, mereka makin khawatir," ujarnya.

(chd/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News