Airlangga Sebut AS Incar Critical Mineral RI untuk Pengembangan Teknologi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Amerika Serikat (AS) meletakkan kesukaan terhadap sektor mineral kritis Indonesia untuk mendukung pengembangan teknologi, utamanya perangkat keras (hardware).

Airlangga menjelaskan, pembahasan mengenai Pax Silica alias inisiatif strategis AS untuk mengamankan dan membangun rantai pasok dunia nan handal untuk era artificial intelligence (AI) telah masuk ke dalam Agreement of Reciprocal Trade (ART).

Menurut dia, AS memandang mineral kritis sebagai komponen krusial dalam pengembangan industri teknologi.

“Dengan Amerika ada organisasi nan mereka corak namanya Pax Silica. Indonesia sudah mengatakan bahwa Pax Silica itu salah satunya dalam ART kita sudah kita bahas. Dan kita mau perkuatan secara bilateral dalam Pax Silica,” kata Airlangga dalam sambutannya pada gelaran Opening Ceremony Digital Transformation Indonesia (DTI) Series 2026 di Jakarta International Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).

Dia membeberkan, AS lebih meletakkan perhatian pada penguatan rantai pasok perangkat keras berbasis mineral kritis.

“Dan Amerika lebih mendorong ke arah critical mineral. Mereka lebih memandang bahwa ketergantungan terhadap hardware critical mineral. Itu nan mau mereka pikir,” kata Airlangga.

Atas kesukaan AS tersebut, Indonesia menawarkan kerja sama pengembangan mineral kritis kepada AS.

“Dan itu pula nan Indonesia tawarkan. Ini critical mineral dipersilakan dikerjasamakan dengan Indonesia,” katanya.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan