Airlangga dan OJK Kompak Puji Jateng Berkat Dua Capaian Ini

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Otoritas Jasa finansial (OJK) kompak memberikan pujian pada Jawa Tengah. Dua capaian keahlian Gubernur Ahmad Luthfi menjadi penyebabnya, ialah strategi program swasembada pangan dan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Frederica Widyasari Dewi menyebut Gubernur Ahmad Luthfi mempunyai program swasembada pangan berasas hasil pemetaan potensi wilayah Jawa Tengah. Hal ini tidak mudah, lantaran ada dua langkah nan kudu dilakukan lebih dahulu, ialah memetakan semua potensi wilayah dan upaya menyusun program untuk menyukseskannya.

"Luthfi punya program padi dan jagung (swasembada pangan) nan mendukung ketahanan pangan nasional," kata Frederica dikutip Senin (25/5/2026).

Capaian produksi padi di Jawa Tengah hingga April 2026 menunjukkan keahlian positif. Per Triwulan I 2026 produksi padi mencapai 4.696.422 ton alias sekitar 44,48% dari sasaran tahunan sebesar 10,5 juta ton. Poin plus lainnya adalah Jawa Tengah sebagai salah satu penghasil beras tertinggi dan menyokong pangan nasional.

Keberhasilan program swasembada pangan secara tidak langsung turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi di wilayah bakal berakibat pada pertumbuhan ekonomi di level nasional. Targetnya adalah menjadikan negara Indonesia maju dengan pendapatan tinggi di 2045.

Sebagai catatan, pertumbuhan perekonomian di Jateng berada di atas nomor nasional di Triwulan I 2026, ialah sebesar 5,89% berbanding 5,61%. Frederica menambahkan bahwa strategi nan dijalankan Gubernur Ahmad Luthfi adalah bentuk komitmen memajukan wilayah sesuai dengan potensi nan dimiliki. Selanjutnya OJK juga mendorong sektor jasa finansial ikut serta mendukung program nan telah dijalankan di daerah.

Sementara itu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi Jateng nan sukses mencapai pertumbuhan ekonomi di atas nasional.

"Kalau wilayah (pertumbuhan ekonomi) di bawah nasional, bakal jadi bandul (memperberat)," ujarnya.

Sebagai info Gubernur Ahmad Luthfi ditunjuk OJK menjadi salah satu narasumber aktivitas Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah dengan tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor".

Dalam paparannya, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan untuk mencapai swasembada pangan 2026 mesti ada upaya lebih jika dibandingkan 2025. Hal ini lantaran pada 2025 musim hujan di Jateng cukup lama, sementara di 2026 ini diprediksi bakal dilanda tandus lebih panjang.

Untuk mengatasinya, dia telah memerintahkan OPD di Jateng guna mempersiapkan kesiapan air untuk pertanian. Langkah kedua adalah menyiapkan petani milenial. Caranya, dengan melatih petani-petani muda melalui Program Kecamatan Berdaya. Langkah itu dilakukan dengan langkah bekerja-sama berbareng Kementerian Pertanian.

Hal lain nan dipaparkannya adalah upaya Pemprov Jateng untuk mengangkat UMKM naik kelas melalui pelatihan, permodalan hingga pendampingan penjualan produk. Acara itu turut dihadiri Menteri Airlangga Hartarto, Wamenkeu Juda Agung, dan Ketua Komisi II DPR RI Mukhamad Misbakhun serta sejumlah kepala wilayah di Indonesia.

(rah/rah)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News