Jakarta -
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto siap pasang badan soal gejolak pasar nan terjadi setelah pengumuman kebijakan ekspor sumber daya alam lewat BUMN khusus, tepatnya PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI). Sore ini pihaknya bakal buka-bukaan soal kebijakan ini kepada para penanammodal dan pelaku usaha.
Dia menjamin sebelum proses transisi ekspor ke PT DSI pada 1 Juni mendatang semua pelaku upaya sudah mendapatkan info secara komplit soal kebijakan ekspor baru.
"Nanti bakal ada penjelasan kepada para investor, sehingga sebelum 1 Juni kelak para pelaku sudah bisa mengetahui. Karena kemarin kan untuk tahap awal kita melakukan keterbukaan terhadap reporting alias dalam corak pelaporan," ungkap Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menekankan semua pihak tak perlu cemas dengan kebijakan baru ini, masa transisi dijamin bakal melangkah dengan lancar. Di sisi lain, selama tiga bulan awal masa transisi ekspor tetap bisa dilakukan oleh perusahaan masing-masing.
"Yang pertama tentu tidak perlu khawatir, lantaran seluruhnya ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan di sektor existing ya, batu bara, CPO, maupun feronikel, dan dalam ekspor itu langsung ada pelaporan kepada Danantara, sehingga dalam tiga bulan kelak kita fine tune sistemnya," papar Airlangga.
Berdasarkan info perdagangan RTI Business, IHSG terjun ke area merah selama seharian kemarin usai pengumuman kebijakan baru mengenai tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) indeks saham terjun lebih dari 2%.
IHGS sempat menguat lebih dari 1% ke level 6.459,55, dan akhirnya ditutup melemah pada posisi 6318,5 alias turun sebesar 52,179 poin (0,82%). Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG melemah 0,82% ke level 6.318,50.
(hal/ara)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·