cara menghilangkan aroma jengkol | foto ilustrasi: Gemini AI
- Jengkol punya tekstur unik dan rasa nan cukup kuat sehingga sering diolah menjadi beragam masakan, mulai dari semur, sambal, balado, hingga jengkol goreng. Namun, aroma khasnya juga membikin sebagian orang berpikir dua kali untuk mengolah bahan makanan ini di rumah.
Ada beberapa langkah rumahan nan biasa dipakai untuk mengurangi aroma jengkol, salah satunya menggunakan kopi alias rempah saat proses perebusan. Selain metode tersebut, jengkol juga bisa direndam terlebih dulu menggunakan air cucian beras sebelum dimasak. Cara ini cukup sederhana lantaran memanfaatkan air nan biasanya langsung dibuang setelah mencuci beras.
Air cucian beras bisa dipakai untuk tahap awal pengolahan jengkol
Setelah beras dicuci, tampung air cucian pertamanya dalam wadah bersih. Masukkan jengkol nan sudah dicuci, kemudian pastikan seluruh bagian jengkol terendam.
Perendaman dilakukan untuk membantu mengurangi aroma unik sekaligus membikin jengkol menyerap air sehingga teksturnya lebih mudah dilunakkan saat dimasak. Namun, air cucian beras bukan bahan nan secara pasti dapat menghilangkan seluruh aroma jengkol. Hasilnya bisa berbeda tergantung kondisi dan tingkat kematangan jengkol.
Agar lebih aman, jika jengkol bakal direndam dalam waktu lama, simpan wadah di dalam kulkas. Hindari membiarkan jengkol terendam semalaman pada suhu ruang lantaran bahan makanan nan basah dapat lebih sigap mengalami pertumbuhan mikroorganisme.
| 1. Cuci jengkol | Bersihkan jengkol dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran pada permukaan. |
| 2. Siapkan air cucian beras | Gunakan air dari proses pencucian beras nan bersih dan baru. |
| 3. Rendam | Masukkan jengkol sampai seluruh bagiannya terendam. |
| 4. Simpan | Jika direndam beberapa jam alias semalaman, letakkan di dalam kulkas. |
| 5. Bilas | Setelah selesai, buang air rendaman lampau bilas jengkol dengan air bersih. |
| 6. Masak | Jengkol bisa direbus terlebih dulu sampai lembek sebelum diolah menjadi masakan. |
Jangan hanya mengandalkan bahan perendam untuk menghilangkan aroma
Setelah direndam, kulit jengkol bisa dikupas jika belum dibersihkan sebelumnya. Jengkol kemudian dapat direbus sampai teksturnya lunak sebelum dimasak dengan ramuan sesuai selera.
Kalau aroma tetap cukup kuat, proses perebusan dapat dilakukan dengan air baru. Beberapa orang menambahkan bahan seperti daun salam, serai, jahe, alias rempah aromatik lain untuk memberikan aroma pada air rebusan. Namun, penggunaan bahan tersebut lebih tepat dianggap sebagai langkah membantu mengurangi kesan aroma, bukan agunan jengkol menjadi tanpa aroma sama sekali.
Hal lain nan perlu diperhatikan adalah penggunaan baking soda. Bahan ini memang kerap dipakai dalam pengolahan makanan untuk membantu melunakkan bahan tertentu, tetapi jumlahnya kudu sedikit dan tidak perlu digunakan berlebihan. Terlalu banyak baking soda dapat memengaruhi rasa, aroma, dan tekstur makanan.
Jadi, jika mau mencoba langkah nan sederhana, air cucian beras bisa dimanfaatkan sebagai bahan perendam sebelum jengkol dimasak. Kuncinya bukan hanya pada bahan rendaman, tetapi juga pada kebersihan, lama penyimpanan, dan proses pemasakan setelahnya.
FAQ
1. Apakah air cucian beras bisa menghilangkan aroma jengkol?
Air cucian beras dapat digunakan sebagai salah satu langkah rumahan untuk membantu mengurangi aroma unik jengkol, tetapi tidak ada agunan seluruh aroma bakal hilang.
2. Berapa lama jengkol sebaiknya direndam?
Jengkol bisa direndam selama beberapa jam sebelum dimasak. Jika mau direndam semalaman, sebaiknya disimpan di dalam lemari es dan bukan pada suhu ruang.
3. Apakah jengkol kudu direbus setelah direndam?
Sebaiknya jengkol tetap dimasak hingga matang dan lembek sebelum dikonsumsi. Perendaman hanya merupakan tahap persiapan, bukan pengganti proses memasak.
4. Apakah kopi wajib digunakan untuk mengurangi aroma jengkol?
Tidak. Kopi hanya salah satu bahan nan biasa digunakan dalam langkah memasak rumahan. Jengkol tetap bisa diolah tanpa kopi.
5. Apakah baking soda bisa membikin jengkol sigap empuk?
Baking soda dapat membantu melunakkan beberapa bahan makanan, tetapi penggunaannya kudu secukupnya lantaran dapat memengaruhi rasa dan tekstur jika terlalu banyak.
(brl/tin)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·