Air Bersih Kini Lebih Dekat, Pertamina Dukung Pemulihan Warga di NTT

Sedang Trending 39 menit yang lalu

Jakarta -

Hampir dua kilometer. Jarak itu nan sebelumnya kudu ditempuh Kristian Wawo, penduduk Watubaur, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, untuk mendapatkan air bersih.

Bagi Kristian dan penduduk lainnya, perjalanan mencari air menjadi bagian dari keseharian. Air nan didapat kemudian digunakan untuk minum, memasak, dan beragam kebutuhan rumah tangga.

"Banyak suka dukanya untuk mendapatkan air bersih. Dulu kami kudu melangkah nyaris dua kilometer untuk mengambil air. Sekarang sumber air sudah dekat berkah support dari Pertamina," kata Kristian dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal serupa dirasakan Amelia, penduduk Watubaur. Air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat, terlebih setelah gempa melanda Kabupaten Manggarai, akses ke sumber air semakin susah dan jauh.

"Dalam kondisi musibah seperti ini, ketika air nan paling kami butuhkan bisa tersedia, kebutuhan utama kami menjadi terpenuhi.Terima kasih Pertamina sudah menghadirkan sarana air bersih di sini," tutur Amelia.

Pada masa tanggap darurat, Pertamina telah menyalurkan 108.500 liter air bersih melalui mobil tangki serta 2.805 dus air mineral untuk membantu masyarakat terdampak.

Seiring kondisi berangsur pulih, support dilanjutkan dengan membangun dua sumur bor di Kecamatan Reok agar masyarakat mempunyai sumber air nan dapat dimanfaatkan dalam jangka lebih panjang.

Kedua sumur tersebut sekarang mendukung kebutuhan air bersih bagi 153 kepala family (KK) serta sejumlah akomodasi umum.

Sumur pertama berada di Mata Air, Kecamatan Reok, dengan kedalaman 32 meter dan debit sekitar satu liter per detik. Sumur tersebut mendukung kebutuhan 85 KK serta Polsek Reok.

Sementara sumur kedua berada di Kelurahan Wangkung dengan kedalaman 28 meter dan debit sekitar 1,3 liter per detik. Sumber air tersebut mendukung 68 KK serta Gereja Stasi Wangkung, SDK Kedindi, dan PAUD St. Arnoldus Wangkung.

Masing-masing titik dilengkapi menara air, tandon berkapasitas 1.100 liter, pompa, serta jaringan perpipaan agar air dapat dimanfaatkan masyarakat.

Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan support Pertamina disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pada setiap tahap penanganan bencana.

"Di awal penanganan, masyarakat memerlukan air bersih dengan cepat. Setelah kondisi berangsur pulih, kebutuhan berikutnya adalah memastikan masyarakat mempunyai sumber air nan dapat terus digunakan. Karena itu, Pertamina melanjutkan support dengan membangun sumur bor di dua lokasi," ujar Baron.

Menurut Baron, keberadaan sumber air diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung sekolah, tempat ibadah, dan akomodasi umum.

"Harapannya, faedah sumber air ini tidak hanya dirasakan pada masa pemulihan, tetapi dapat terus digunakan masyarakat dalam jangka panjang," tambah Baron.

Kini, bagi Kristian dan penduduk Watubaur, air bersih menjadi lebih dekat. Kehadiran sumber air tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan setelah bencana.

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance