AI Makin Pesat, Telkom Siapkan Data Center Lewat NeutraDC

Sedang Trending 8 jam yang lalu
Ilustrasi Data Center. Foto: dotshock/Shutterstock

Pesatnya perkembangan kepintaran buatan (AI) mendorong kebutuhan terhadap prasarana digital dengan kapabilitas dan keahlian nan semakin besar. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pun menyiapkan prasarana pusat info nan dirancang untuk mendukung kebutuhan AI melalui NeutraDC.

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan, pengembangan pusat info menjadi salah satu dari tiga inisiatif utama Telkom dalam menghadapi pertumbuhan AI dan ekonomi digital.

Hal tersebut disampaikan Dian dalam sesi opening ceremony Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8).

Menurut Dian, AI tidak hanya mengubah langkah digital platform dikembangkan, tetapi juga mendorong peningkatan kebutuhan terhadap konektivitas, pusat data, kapabilitas komputasi, dan beragam prasarana digital lainnya.

“AI mendorong shopping industri dan permintaan terhadap kapasitas,” ujar Dian.

Karena itu, Telkom menempatkan pembangunan prasarana pusat info nan siap mendukung AI sebagai salah satu prioritas strategis perusahaan.

NeutraDC Jadi Andalan Infrastruktur AI

Dirut Telkom Indonesia Dian Siswarini memberi sambutan dalam sesi opening ceremony Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8/2026). Foto: Kelik Wahyu/kumparan

Dian mengatakan inisiatif tersebut bakal dipimpin melalui NeutraDC, entitas Telkom nan bergerak di sektor prasarana data center.

"NeutraDC bakal memperkuat posisi kami di sektor prasarana pusat info dan membangun ekosistem nan bisa mendukung generasi AI berikutnya, mulai dari kapabilitas dan konektivitas nan dapat ditingkatkan hingga kemitraan strategis," jelas Dian.

Pengembangan tersebut mencakup kapabilitas dan konektivitas nan dapat ditingkatkan seiring pertumbuhan kebutuhan, serta penguatan melalui beragam kemitraan strategis.

Bagi Telkom, pembangunan info center tidak dapat berdiri sendiri. Infrastruktur tersebut perlu terhubung dengan jaringan, konektivitas internasional, cloud, serta kapabilitas komputasi untuk mendukung kebutuhan pengguna di era AI.

Dian mengatakan, pengembangan prasarana digital Telkom saat ini diarahkan untuk menghubungkan beragam keahlian tersebut dalam satu ekosistem terintegrasi.

“Tidak cukup hanya membangun prasarana untuk memperluas skala dan kapasitasnya. Kita juga kudu menanamkan keahlian cerdas, inovasi, dan teknologi nan lebih maju ke dalam prasarana tersebut,” kata Dian.

Ilustrasi pusat data. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock

Selain data center melalui NeutraDC, Telkom menyiapkan dua inisiatif lain, ialah memperkuat backbone prasarana domestik, serta konektivitas internasional melalui Telin.

"Ketiga inisiatif tersebut bukanlah inisiatif nan terpisah. Semuanya membentuk satu ambisi nan terintegrasi, ialah mentransformasi Telkom dari penyedia konektivitas menjadi pemimpin prasarana digital dan pada akhirnya menjadi penggerak ekosistem AI," papar Dian.

Untuk konektivitas internasional, Telkom mengembangkan platform nan mengintegrasikan sistem kabel laut, jaringan terestrial, pusat data, dan hubungan cloud dalam koridor nan dikelola secara end-to-end.

Menurut Dian, integrasi tersebut semakin krusial lantaran kebutuhan AI berkarakter global, sementara kapabilitas komputasi banyak terkonsentrasi di sekitar klaster cloud dan pusat info utama.

Konektivitas menuju klaster tersebut memerlukan bandwidth tinggi, latensi rendah, routing nan fleksibel, serta ketahanan jaringan.

Telkom juga menargetkan empat hingga lima pilihan rute pada koridor prioritas untuk memberikan redundansi andaikan terjadi gangguan pada salah satu alias beberapa rute.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan