AI Kini Mampu Digunakan untuk Melacak Primata

Sedang Trending 45 menit yang lalu
AI Kini Mampu Digunakan untuk Melacak Primata Ilustrasi(Pixabay)

PENELITI sukses menciptakan terobosan baru lewat PriMAT, sebuah model AI pencari multi hewan nan bisa mendeteksi pergerakan beragam jenis primata sekaligus di dalam rimba lebat.

Selama ini, peneliti biologi kudu menghabiskan waktu berjam-jam dengan penuh ketidaknyamanan di dalam rimba hanya demi mendapatkan sedikit rekaman video monyet nan jelas. Kehadiran perangkat visi komputer seperti PriMAT membawa angin segar. 

Selain bisa menghindari gigitan serangga, para peneliti sekarang dapat memperoleh info nan jauh lebih berbobot dan jeli tanpa kudu terus-menerus berlindung di alam liar.

Keterbatasan Metode Masa Lalu

Selama ini, para mahir biologi sangat berjuntai pada ketahanan bentuk untuk mendapatkan info satwa. 

Kalaupun kamera sukses menangkap siluet seekor monyet, perangkat tersebut biasanya kandas melacak pergerakan si hewan setelah beranjak beberapa meter. Metode otomatis terdahulu seperti penemuan titik kunci (keypoint detection) juga hanya berfaedah baik di lingkungan nan stabil.

Di rimba hujan nan rimbun, metode lama ini berulang kali gagal. Hewan nan sedang dilacak langsung kehilangan jejak digitalnya begitu mereka melangkah ke area gambaran alias bergerak di kembali semak tebal. 

Perubahan kondisi lingkungan nan sederhana ini sering kali menghancurkan persiapan pengamatan nan sudah menyantap waktu lama dan memicu frustrasi para peneliti.

Lompatan Teknologi Melalui PriMAT

Kehadiran AI sukses memberikan jalan keluar. Dilansir dari AOL, tim peneliti internasional mengembangkan PriMAT nan belajar mendeteksi primata menggunakan kotak pembatas (bounding boxes). 

Kotak pembatas ini jauh lebih efektif lantaran bisa mengunci sasaran dan terus mengikutinya melewati perubahan sinar serta pergerakan nan kompleks.

Saat diuji pada lemur di alam liar, AI ini bisa memprediksi identitas hewan dengan kecermatan mencapai 83 persen hanya dari beberapa ratus bingkai video. 

Keberhasilan ini terbukti serupa saat diuji pada jenis lain seperti babon, gorila, hingga simpanse. Teknik ini terbukti efektif melacak perseorangan primata tertentu tanpa memedulikan seberapa rumit perilaku alias aktivitas mereka.

Keunggulan terbesar dari PriMAT adalah prosesnya nan tidak kudu dilakukan secara langsung. Ini berfaedah ribuan jam rekaman video nan dikumpulkan para mahir biologi selama bertahun-tahun tidak bakal terbuang sia-sia. 

Kini, dengan PriMAT, kajian video nan panjang dapat diselesaikan secara otomatis hanya dalam hitungan menit. 

Walaupun teknologi ini tetap dalam tahap awal, efektivitasnya menjadi pembuka gerbang bagi sisi sains nan sebelumnya tersembunyi di kembali lebatnya rimba belantara.

Sumber: AOL

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia