AHY Kejar Proyek Giant Sea Wall Pantura: Semoga Tahun Depan Konsep Matang

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut pemerintah terus mematangkan konsep proyek tanggul laut raksasa alias giant sea wall di Pantai Utara (Pantura) Jawa. AHY berambisi konsep proyek tersebut dapat lebih matang pada tahun depan.

Hal itu disampaikan AHY usai menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XI Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) di Wisma Senayan GBK, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).

"Terkait dengan giant sea wall tadi, giant sea wall ini juga sebuah mega project nan tengah dirumuskan dan dimatangkan lantaran tidak hanya melibatkan satu-dua pihak," kata AHY kepada wartawan.

AHY menjelaskan proyek tersebut mencakup wilayah luas di Pantura dan melibatkan banyak daerah. Menurutnya, proyek itu dibutuhkan untuk mengantisipasi ancaman ekologis nan semakin serius, seperti penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut.

"Ini melibatkan lima provinsi, 20 kabupaten, lima kota se-Indonesia, terutama nan ada di Pantura. Kira-kira ada 50 juta masyarakat nan tinggal di wilayah Pantura," ujarnya.

Ia mengatakan proyek giant sea wall tidak hanya ditujukan mengatasi banjir rob di area pesisir, tetapi juga melindungi area industri strategis hingga sentra pangan nasional.

"Bukan hanya mengantisipasi ancaman ekologis berupa penurunan permukaan tanah dan naiknya permukaan laut nan mengakibatkan banjir rob di sejumlah kawasan, terutama di Teluk Jakarta dan juga di area Semarang, Demak, dan Kendal," ucapnya.

AHY menyebut penurunan muka tanah di sejumlah area Pantura semakin mengkhawatirkan. Bahkan, kata dia, ada wilayah nan mengalami penurunan tanah hingga 15-20 sentimeter per tahun.

"Penurunan permukaan tanah juga bisa dikatakan semakin jelek dari tahun ke tahun, 5-15, 15 hingga 20 sentimeter turunnya setiap tahun. Ini perlu intervensi, perlu solusi infrastruktur," jelasnya.

Menurut AHY, pemerintah tengah mengombinasikan beragam pendekatan dalam proyek tersebut, mulai dari pembangunan tanggul laut hingga solusi berbasis alam (nature-based solution) seperti penanaman mangrove.

"Di antaranya adalah dengan membangun tanggul, tanggul pantai alias tanggul laut jika memang sudah parah, dan diintegrasikan dengan konsep nan lebih alamiah, nature-based solution, misalnya dengan mangrove," katanya.

Selain itu, AHY menyebut proyek ini juga memerlukan anggaran besar sehingga pemerintah membuka kesempatan keterlibatan pihak swasta dan organisasi bisnis, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Pada akhirnya ini juga merupakan investasi untuk ekonomi kita di masa depan," tuturnya.

Saat ditanya soal sasaran pembangunan, AHY mengatakan pemerintah terus mengejar proses pematangan konsep agar bisa lebih siap direalisasikan tahun depan.

"Kita kejar terus, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih matang lagi konsepnya," pungkasnya.

(bel/maa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News