Aktor dan penyulih bunyi senior Ade Kurniawan saat konvensi pers movie "Foufo" di area Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).(ANTARA/Abdu Faisal)
INDUSTRI perfilman Indonesia kembali menghadirkan penemuan baru dalam proses produksinya. Pengisi bunyi senior Ade Kurniawan, alias nan lebih berkawan disapa Ade Bibir, terlibat dalam proyek film terbaru berjudul Foufo. Menariknya, pengisi bunyi karakter animasi legendaris SpongeBob SquarePants ini melakukan teknik sulih bunyi secara langsung (live dubbing) langsung di letak syuting.
Ade Bibir, nan telah meniti pekerjaan di industri sulih bunyi sejak tahun 1995, mengaku terkejut dengan metode nan diterapkan dalam movie ini. Pengalaman ini menjadi perihal baru bagi sang dubber senior sepanjang kariernya.
"Awalnya saya menyangka dubbing-nya seperti nan saya lakukan pada umumnya, rupanya live di lapangan," ujar Ade Bibir saat memberikan keterangan dalam konvensi pers di Jakarta, Rabu.
Kolaborasi Teknologi CGI dan Aksi Lapangan
Dalam proses produksinya, Ade mengisi bunyi secara langsung di letak syuting berbarengan dengan tindakan Bambang "Ceper" Syaifuddin. Bambang bekerja memerankan bentuk karakter Foufo dengan mengenakan kostum tebal nan menutupi seluruh badan hingga kaki.
Untuk bagian kepala, Bambang mengenakan helm berukuran besar nan berfaedah sebagai patokan arah pandang bagi musuh main di letak syuting. Bagian kepala karakter makhluk luar angkasa ini nantinya bakal digarap melalui proses animasi Computer-Generated Imagery (CGI) dari leher ke atas pada tahap pascaproduksi.
Teknologi pencari wajah (face tracker) juga dipasang pada wajah Ade Bibir selama proses syuting. Alat ini berfaedah merekam setiap ekspresi wajah Ade, nan kemudian bakal diselaraskan dengan aktivitas bibir karakter Foufo agar terlihat natural.
Sutradara movie Foufo, Bayu Skak, menjelaskan bahwa metode kombinasi antara kostum bentuk dan animasi CGI sengaja dipilih untuk memangkas waktu produksi. Jika menggunakan metode CGI penuh (full CGI), pengerjaan karakter Foufo diperkirakan menyantap waktu hingga satu separuh tahun agar hasilnya terlihat maksimal di mata penonton.
Tantangan di Balik Kostum Karakter
Penggunaan kostum bentuk ini bukan tanpa kendala. Karena kostum makhluk luar angkasa tersebut menggunakan bahan tebal sejenis boneka maskot, Bambang "Ceper" menghadapi akibat dehidrasi dan kelelahan bentuk nan tinggi di letak syuting.
"Pokoknya jika kelamaan itu pusing, terus lemas ya," ungkap Bambang mengenai pengalamannya di dalam kostum.
Untuk mengantisipasi perihal tersebut, tim produksi menerapkan standar operasional nan ketat demi menjaga keselamatan dan kenyamanan sang aktor. Bayu Skak memaparkan bahwa pihaknya menyediakan tiga kostum cadangan, pasokan air minum nan melimpah, serta membatasi lama penggunaan kostum maksimal 10 menit. Setelah itu, Bambang wajib beristirahat di ruangan berpendingin udara (AC) dengan pendampingan unik dari koordinator talenta.
Proses pengerjaan animasi movie ini dipercayakan kepada Hompimpa Studios, sebuah studio animasi asal Surabaya. Proses pascaproduksi tersebut menyantap waktu selama tujuh bulan dengan melibatkan ratusan animator lokal.
Berikut adalah rincian info teknis dan produksi movie "Foufo" berasas info nan dihimpun di lokasi:
| Judul Film | Foufo |
| Sutradara | Bayu Skak |
| Pengisi Suara (Live Dubbing) | Ade Kurniawan (Ade Bibir) |
| Pemeran Fisik Karakter | Bambang "Ceper" Syaifuddin |
| Studio Animasi | Hompimpa Studios (Surabaya) |
| Durasi Produksi Animasi | 7 Bulan (Melibatkan sekitar 120 animator) |
| Prosedur Keselamatan Aktor | Maksimal 10 menit penggunaan kostum, rehat di ruang AC, disediakan 3 kostum cadangan |
| Tanggal Rilis Bioskop | 9 Juli 2026 |
Film Foufo dijadwalkan siap menghibur para pencinta sinema di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026 mendatang. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·