Jakarta -
Fenomena Super New Moon diperkirakan terjadi pada Juni 2026. Peristiwa astronomi ini menjadi perhatian lantaran dapat memengaruhi kondisi pasang surut air laut di sejumlah wilayah Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mengeluarkan peringatan awal mengenai potensi banjir rob nan dapat terjadi di sejumlah area pesisir. Lantas, apa itu Super New Moon dan kapan kejadian ini berlangsung?
Apa Itu Super New Moon?
Merujuk penjelasan BMKG, Super New Moon adalah kejadian ketika fase Bulan baru terjadi saat Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi alias perigee. Posisi tersebut membikin pengaruh gravitasi Bulan terhadap Bumi menjadi lebih kuat dibandingkan kondisi normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam info peringatan awal nan diterbitkan BMKG, kejadian Super New Moon diperkirakan terjadi pada 15 Juni 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Peningkatan pasang air laut merupakan salah satu aspek nan dapat memicu banjir pesisir alias banjir rob, terutama di wilayah nan berada dekat garis pantai dan mempunyai elevasi rendah.
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob
Fenomena Super New Moon pada 15 Juni 2026 berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut maksimum. Dampaknya dapat memicu terjadinya banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
BMKG memperkirakan potensi banjir rob dapat terjadi pada periode 8 hingga 25 Juni 2026. Prediksi tersebut didasarkan pada hasil pemantauan pasang surut, info water level, serta kajian meteorologi maritim nan dilakukan BMKG.
Menurut BMKG, kondisi ini perlu diwaspadai lantaran dapat mengganggu aktivitas masyarakat di area pesisir, termasuk aktivitas di pelabuhan, permukiman pantai, tambak perikanan, hingga transportasi laut.
Wilayah nan Berpotensi Terdampak
Berdasarkan info BMKG, potensi banjir rob tersebar di sejumlah wilayah pesisir Indonesia dengan periode kejadian nan berbeda-beda. Beberapa wilayah nan berpotensi terdampak meliputi:
- Pesisir Aceh
- Pesisir Sumatera Utara
- Pesisir Sumatera Barat
- Pesisir Kepulauan Riau
- Pesisir Lampung
- Pesisir Banten
- Pesisir DKI Jakarta
- Pesisir Jawa Barat
- Pesisir Jawa Tengah
- Pesisir Jawa Timur
- Pesisir Bali
- Pesisir Nusa Tenggara Barat
- Pesisir Nusa Tenggara Timur
- Pesisir Kalimantan Barat
- Pesisir Kalimantan Tengah
- Pesisir Kalimantan Selatan
- Pesisir Kalimantan Utara
- Pesisir Sulawesi Utara
- Pesisir Maluku
- Pesisir Papua Selatan
BMKG menjelaskan bahwa waktu terjadinya banjir rob di setiap wilayah dapat berbeda sesuai karakter pasang surut setempat. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memperhatikan info dari stasiun BMKG terdekat.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat Pesisir
BMKG mengimbau masyarakat nan tinggal maupun beraktivitas di area pesisir agar meningkatkan kewaspadaan selama periode potensi banjir rob berlangsung.
Masyarakat juga disarankan untuk terus memantau info cuaca maritim, pasang surut air laut, dan peringatan awal nan disampaikan melalui kanal resmi BMKG. Langkah antisipasi sejak awal dapat membantu mengurangi akibat gangguan aktivitas maupun kerugian akibat genangan air laut.
Lihat juga Video 'Banjir Rob Rendam 4 Desa di Pesisir Sedati Sidoarjo':
(wia/idn)
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·