Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, merobek penanda nan dipasang oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di tenda Arafah saat melakukan pengecekan pada Kamis (21/5). Dahnil juga menegur syarikah nan membiarkan tempelan tersebut terpasang di sejumlah tenda.
Pantauan di lapangan, pada sejumlah tenda, baik nan dikelola syarikah Rakeen maupun Duyuful Bait, terdapat tempelan nama kloter dan tulisan KBIHU. Bahkan dalam kertas nan yang ditempel di pintu masuk, mereka mencantumkan logo syarikah agar terkesan resmi.
Dahnil mengatakan, nan melakukan perihal tersebut adalah KBIHU. Mereka memilih tenda sendiri tanpa sepengetahuan dari Kementerian Haji dan Umrah.
"Yang nggak tertib tolong ditegur," kata Dahnil saat meninjau tenda Arafah berbareng sejumlah Amirul Hajj.
Menurut Dahnil, tindakan para KBIHU nan mengkavling tenda-tenda ini merugikan jemaah haji.
"Tahun kemarin banyak jemaah nan tidak dapat tenda gara-gara perilaku ini," kata Dahnil.
Dahnil juga meminta syarikah untuk tidak membiarkan para KBIHU mengatur sendiri tenda-tenda jemaah saat di Arafah maupun Mina. Menurut Dahnil, nan berkuasa mengatur penempatan jemaah di tenda Arafah adalah PPIH Arab Saudi.
Dahnil mengingatkan KBIHU nan tidak tertib dan tidak mengikuti aturan, maka bakal dikenakan sanksi. Bahkan izinnya bisa dicabut. Karena tindakan KBIHU ini merugikan jemaah.
"Kasihan jemaah nanti. Ada nan gak dapat tenda gara-gara mengatur sendiri. Semestinya nan ngatur Kemenhaj," kata Dahnil.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·