Felldy Utama
, Jurnalis-Jum'at, 23 Oktober 2026 |11:03 WIB

Ilustrasi Hunter's Moon (Foto: The Sun)
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membujuk masyarakat untuk menyaksikan keelokan Bulan Pemburu (Hunter’s Moon) nan bakal berjalan pada malam 26 Oktober 2026. Apa itu Hunter’s Moon? yuk simak penjelasan dari BMKG.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa Hunter’s Moon merupakan istilah tradisional untuk fase bulan purnama nan muncul setelah Harvest Moon, tepatnya pada Oktober. Kendati demikian, setiap tiga tahun sekali, ketika Harvest Moon jatuh pada awal Oktober, Hunter’s Moon bakal bergeser ke November.
“Fenomena Hunter’s Moon tidak mempunyai perbedaan bentuk dengan bulan purnama biasa, tetapi mempunyai latar belakang budaya dan karakter unik,” kata Ayu, Jumat (23/10/2026).
Nama Hunter’s Moon berasal dari tradisi almanak masyarakat original Amerika (suku Algonquian) dan pemukim awal Eropa. Jika Harvest Moon menandai panen raya, Bulan Pemburu menjadi momentum untuk melakukan perburuan.
Secara historis, perburuan pada Hunter’s Moon menjadi aktivitas nan ideal untuk mengumpulkan persediaan daging sebelum musim dingin tiba. Ladang-ladang nan telah dipanen bakal menarik hewan buruan, seperti rusa dan rubah, untuk mencari sisa-sisa hasil panen. Sementara itu, sinar bulan purnama nan terang bakal memudahkan para pemburu melacak sasaran perburuan.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·