Ada Fenomena Baru, Gadai Barang Mewah Jadi Alternatif Likuiditas Orang Kaya

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Ada Fenomena Baru, Gadai Barang Mewah Jadi Alternatif Likuiditas Orang Kaya

Ada Fenomena Baru, Gadai Barang Mewah Jadi Alternatif Likuiditas Orang Kaya (Foto: Freepik)

JAKARTA - Lanskap ekonomi dunia pada kuartal II-2026 menunjukkan dinamika nan menantang. Di tengah perubahan pasar modal, penyesuaian sukubunga nan agresif, serta ketidakpastian geopolitik, para penanammodal dan perseorangan beraset neto tinggi (High Net Worth Individuals/HNWI) di Indonesia mulai melakukan rebalans portofolio secara masif. 

Dalam kondisi ini, peralatan mewah (luxury goods) tidak lagi sekadar simbol status, melainkan telah beralih bentuk menjadi instrumen safe haven nan bisa menjaga nilai kekayaan.

Kini jasa gadai mewah sebagai solusi likuiditas strategis nan memungkinkan pemilik aset untuk mencairkan biaya segar tanpa kudu melepas kepemilikan aset koleksi merekayang terus mengalami apresiasi nilai.

"Banyak pengusaha dan kolektor nan menyadari bahwa menjual aset mewah mereka saat ini bukanlah langkah nan bijak, lantaran potensi kenaikan harganya di masa depan sangat tinggi. Namun, di sisi lain, mereka memerlukan likuiditas sigap untuk menangkap kesempatan upaya alias menjaga arus kas. Di sinilah kami datang sebagai jembatan finansial," ujar Direktur Lesca Gadai Premier Bastian Purnama di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Data pasar sepanjang awal tahun 2026 menunjukkan bahwa instrumen investasi tradisional seperti saham dan obligasi mengalami volatilitas nan cukup tinggi. Sebaliknya, pasar sekunder untuk arloji mewah seperti Patek Philippe dan Rolex, serta tas tangan eksklusif seperti Hermès Birkin, menunjukkan ketahanan (resilience) nan luar biasa. Aset-aset ini sering kali mencatatkan pertumbuhan nilai nan melampaui inflasi, menjadikannya pilihan ideal untuk menjaga daya beli.

Gadai Barang Mewah

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com