Aceh Waspada Bencana Susulan, Mualem Minta Daerah Siaga

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Banda Aceh, CNN Indonesia --

Gubernur Aceh Muzakir Manaf namalain Mualem meminta kepala wilayah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi musibah hidrometeorologi seiring prediksi peningkatan curah hujan selama tiga bulan ke depan.

Mualem mengingatkan kondisi tanah di sejumlah area nan terdampak musibah hidrometeorologi setahun lampau tetap labil dan belum kokoh.

Kondisi tersebut, kata dia berpotensi meningkatkan akibat bencana, terutama tanah longsor, saat hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi akibat dari peningkatan intensitas curah hujan nan bakal terjadi selama kurun waktu tiga bulan ke depan," kata Mualem dalam surat imbauan nan ditujukan ke kepala wilayah di Aceh, Kamis (17/9).

Juru bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi membenarkan surat tersebut. Kata dia, permintaan itu disampaikan menyusul info prediksi curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh.

BMKG memperkirakan wilayah Aceh bakal mengalami curah hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi pada Oktober sampai Desember 2026.

"Gubernur menyampaikan bahwa musibah hidrometeorologi nan terjadi setahun lampau membikin tanah di area musibah belum kokoh dan labil," kata Nurlis.

Untuk itu Mualem mengimbau pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah nan pernah terdampak bencana.

Sementara untuk wilayah nan diprediksi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi diminta membersihkan lingkungan dan saluran drainase melalui gotong royong.

Masyarakat juga diimbau menyiapkan Tas Siaga Bencana berisi arsip krusial dan perlengkapan dasar, mengamankan instalasi listrik serta peralatan berharga, dan memantau info peringatan awal dari BMKG.

Sejak sepekan terakhir hujan nan mengguyur Aceh menyebabkan sejumlah wilayah mulai tergenang banjir luapan seperti di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Gayo Lues dan Aceh Barat Daya.

Dua jembatan di Aceh Tenggara rampung 2027

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan 2 jembatan putus pascabencana 2025 nan jadi akses vital masyarakat di Aceh Tenggara, Aceh rampung 2027.

Jembatan nan putus tersebut ialah jembatan Mbarung di Kecamatan Babusalam dan jembatan Natam di Kecamatan Darul Hasanah.

Jembatan Mbarung merupakan penghubung di empat Kecamatan yakni, Kecamatan Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah dan Darul Hasanah.

Akses ini salah satu nan sering dilewati masyarakat. Sedangkan jembatan Natam menghubungkan Kecamatan Badar dan Darul Hasanah

Kemudian jembatan Pantai Dona nan pernah dikunjungi Presiden Prabowo saat ini tetap dalam tahap pengerjaan.

Jembatan vital masyarakat itu sebelumnya putus diterjang banjir bandang pada akhir 2025 lalu. Selama ini masyarakat di sana secara swadaya membangun jembatan ala kadarnya untuk bisa beraktivitas.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pengerjaan jembatan saat ini tetap berproses apalagi saat ini Aceh masuk ke tahap percepatan rehab-rekon.

"Secara berjenjang kita tangani, apalagi kita sudah masuk ke percepatan tahap rehab-rekon," kata Dody saat meninjau akomodasi umum nan rusak di Aceh Tenggara, Kamis (17/9).

Untuk jembatan Pantai Dona, Dody menargetkan rampung pada Desember tahun ini.

"Desember (Jembatan Pante Dona) ya itu lagi proses," kata Dody.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnaini sudah mengusulkan agar percepatan perbaikan jembatan Natam dan Mbarung untuk sasaran rampung 2027.

"(Jembatan Mbarung dan Natam) jadi 2027 bakal kita targetkan. (Target 2027 selesai) iya," kata Zulkarnaini.

Selain ketiga jembatan itu, Dody juga memfokuskan percepatan perbaikan jembatan Kuning di Kecamatan Bambel nan jadi akses jalan Nasional. Jembatan itu rusak diterjang banjir bandang beberapa hari lalu.

Dody menyebut jembatan tersebut diduga tersumbat kayu sehingga kudu dibersihkan. Pembangunan jembatan di sana bakal segera dilakukan agar tidak menggangu aktivitas perekonomian masyarakat.

"Itu bakal lebih saya utamakan. Cuma memang saya bakal minta tolong kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara, Pak Bupati, Pak Kapolres, lantaran kita pasti butuh lahan di situ. Karena kan bakal bikin flyover mini lah," ucap Dody.

(dra/fra)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional