
Ilustrasi subkonjungtival hemorrhage. (Foto: dok Magnific/user18526052)
JAKARTA - Paparan abu vulkanik nan sudah menyebar ke sejumlah wilayah perlu diwaspadai, lantaran berisiko bagi pernapasan, mata, dan kulit. Bagaimana jika paparan tersebut mengenai salah satu organ tersebut? Bagaimana penanganan nan tepat?
Viral di media sosial TikTok nan diunggah oleh akun khatrinsucisaraswati, seorang wanita nan membagikan kondisi matanya saat terkena paparan abu vulkanik, lampau dia mengucek alias menggosoknya, sehingga di sekitar matanya tampak berdarah.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, Ekida Rehan Firmansyah, menyoroti kasus tersebut. Menurutnya, wanita berjulukan Khatrin tersebut mengucek matanya sehingga menimbulkan pendarahan di area mata.
“Kemungkinan wanita ini mengalami nan namanya subkonjungtival hemorrhage. Kayak nan kemarin saya bilang guys jika misalnya abu vulkanik itu mengandung kristal silika, batuan nan kecil-kecil tapi tajam dan mineral mikroskopis nan gak terlihat tapi permukaannya gak rata,” ujarnya.
Dokter Ekida menegaskan bahwa tekstur abu vulkanik ini kasar dan tak terlihat jelas bisa tiba-tiba masuk mata. “Makanya krusial banget gunain goggles alias kacamata nan bisa betul-betul nutupin mata dari atas, bawah sama samping biar abu vulkaniknya gak masuk. Terus pantang banget ngucek-ngucek mata,” katanya.
Ia menyarankan, jika ada nan mengganjal di area mata segera di irigasi pakai air nan mengalir alias larutan NaCl. Ia juga mengingatkan jangan asal pakai tetes mata nan mengandung steroid.
Mengenal Perdarahan Subkonjungtiva
Sebagai informasi, dilansir dari Mayo Clinic, perdarahan subkonjungtiva adalah pecahnya pembuluh darah mini di jaringan pelindung nan menutupi mata. Jaringan cerah ini, nan disebut konjungtiva, menutupi bagian putih mata dan melapisi kelopak mata.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·