Abu Vulkanik Lewotolok Rusak Rumah dan Tanaman Warga di 9 Desa

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Abu Vulkanik Lewotolok Rusak Rumah dan Tanaman Warga di 9 Desa Rumah penduduk dan tanaman pertanian penduduk terpapar abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok di wilayah Kecamatan Ile Ape.(dok. Kepala BPBD Lembata)

ABU vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerpa sembilan desa di Kecamatan Ile Ape Timur nan berada di kaki gunung tersebut.

Camat Ile Ape Timur Kristoforus Boro Making mengatakan, paparan abu vulkanik sekarang menjadi salah satu ancaman nan dihadapi masyarakat. Dampaknya mulai dirasakan pada pertanian, peternakan, permukiman hingga akses air bersih.

"Yang sekarang dihadapi masyarakat adalah ancaman debu vulkanik," kata Kristoforus saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (10/9).

Menurut dia, banyak tanaman masyarakat mengalami kerusakan akibat paparan abu vulkanik. Kondisi itu semakin menyulitkan penduduk lantaran saat ini sedang berjalan musim kemarau, sehingga kesiapan pakan ternak dan air bersih juga menjadi persoalan.

"Masyarakat nan bertani di areal radius tiga kilometer dari puncak gunung terdampak lantaran area terlarang. Dengan kondisi abu vulkanik, tanaman masyarakat banyak nan mengalami kerusakan. Tentunya pakan ternak juga mengalami kesulitan," ujarnya.

Abu vulkanik juga berakibat pada rumah penduduk. Di sejumlah wilayah nan terpapar, tumpukan abu menyebabkan sebagian genting rumah penduduk mengalami kerusakan.

"Untuk akses air minum bersih, sekarang puncak musim kemarau, ditambah dengan paparan abu vulkanik, maka aksesibilitas masyarakat kepada air bersih mengalami keterbatasan," jelasnya

Ia menyebut kondisi serupa juga terjadi di desa-desa di wilayah Kecamatan Ile Ape. Selain paparan abu, aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok tetap berlangsung. Pada Rabu (9/9), gunung tersebut mengalami 388 kali erupsi.

Sementara pada Kamis (10/9), hingga siang hari tercatat empat kali erupsi dengan tinggi kolom abu antara 400-600 meter di atas permukaan kawah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua Game, mengatakan pada erupsi pukul 14.08 Wita.

"Tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 600 meter di atas puncak alias sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat," kata Nanda.

Di sisi lain, aliran lava telah memasuki areal Kampung Adat Lewohala di Desa Todanara dan Jontona. Namun, menurut Kristoforus Boro Making, aliran lava tetap mengikuti alurnya.

Masyarakat diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung serta radius 3 kilometer sektor selatan dan tenggara.

Warga juga diminta mewaspadai potensi ancaman guguran alias longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok.(PO/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia