Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Arah Angin, dan Menanti Bandara Dibuka

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Foto udara kondisi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). Foto: PVMBG/via REUTERS

Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Jumat-Sabtu (5-6) September melontarkan material vulkanik ke udara. Nah, material vulkanik ini terbawa angin, lampau jatuh ke sejumlah daerah, seperti Lampung, Jakarta, Tangerang, Bekasi hingga di sejumlah wilayah Jawa Barat seperti Bogor dan Sukabumi.

Akibat sebaran abu, sampai Senin (7/9) ada 7 airport nan tetap ditutup. Sampai kapan? Ini semua tergantung angin dan atmosfer.

Dalam gambaran sebaran abu vulkanik pukul 09.00 WIB, BMKG mendeteksi abu pada dua lapisan ketinggian. Pada lapisan rendah, dari permukaan hingga 15.000 kaki alias sekitar 4,57 kilometer, abu bergerak ke arah barat daya–barat dan berpotensi mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu hingga Samudra Hindia.

Gunung Anak Krakatau pada 18 Juli 2018. Foto: FERDI AWED / AFP

"Sementara itu, pada lapisan tinggi, abu terdeteksi hingga ketinggian 50.000 kaki alias sekitar 15,24 kilometer. Abu pada lapisan ini juga bergerak ke arah barat daya–barat dan mencakup wilayah Samudra Hindia di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung dan Banten," kata BMKG lewat situs resminya, Senin (7/9). Angin justru tak bergerak ke arah timur, alias ke arah pulau Jawa.

BMKG menjelaskan sebaran pada lapisan tinggi berakibat terhadap penerbangan lantaran berada pada jalur lintasan pesawat.

Citra Satelit BMKG mengenai kondisi angin terkini di sekitar Gunung Anak Krakatau. Foto: BMKG

Namun, penerbangan di 7 airport nan terletak di pesisir Barat Jawa, alias nan paling dekat dengan GAK tetap ditutup. Kenapa?

BMKG menjelaskan, mereka juga merilis prakiraan atmosfer di wilayah udara bandara-bandara ini. Mereka menggambarkannya dalam corak polygon.

Polygon ini bukan menunjukkan arah angin. Polygon pada prakiraan BMKG merupakan area nan diperkirakan dapat terdampak sebaran abu berasas kondisi atmosfer.

Polygon ini tetap melingkupi wilayah Lampung, Banten, Jakarta, Tangerang dan Bogor. Berbeda dengan arah angin nan justru menjauh dari area tersebut.

instagram embed

Namun, prakiraan pemantauan di udara, BMKG nan mengambil info dari stasiun pengamatan internasional menunjukkan tak ada perubahan signifikan di atmosfer.

"​Status "No Change (NC)" menunjukkan belum ada perubahan signifikan pada luas maupun intensitas abu dibanding periode sebelumnya," kata BMKG.

Dalam prakiraan nan bertindak pukul 09.30–12.30 WIB, abu diperkirakan bergerak ke barat dengan kecepatan sekitar 15 knot alias 28 kilometer per jam. Dengan sebaran permukaan di ketinggian 15.000 kaki, alias 3 km.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan