Abu Vulkanik Anak Krakatau, Bandara Radin Inten Ditutup

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Penutupan ruang udara Bandara Radin Inten II di Lampung diperpanjang hingga Minggu (6/9) pukul 18.00 WIB. Perpanjangan dilakukan menyusul akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan.

AirNav Indonesia memperbarui info aeronautika mengenai kondisi tersebut melalui NOTAM B1126/26 (NOTAMR B1125/26). Berdasarkan pemberitahuan itu, ruang udara Bandara Radin Inten II (WILL) ditutup mulai pukul 14.07 WIB dan diperkirakan kembali dibuka pada pukul 18.00 WIB.

Penutupan ruang udara dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan di tengah kondisi atmosfer nan terdampak abu vulkanik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya Radin Inten II, sejumlah airport lain di sekitar wilayah terdampak juga tetap berstatus ditutup. Bandara Budiarto (WIRR), misalnya, tetap berstatus closed berasas NOTAM C1089/26 (NOTAMR C1079/26), dengan perkiraan pembukaan kembali pada pukul 17.30 WIB.

Sementara itu, Bandara Pondok Cabe (WIHP) juga tetap berstatus closed berasas NOTAM C1090/26 (NOTAMR C1080/26). Bandara tersebut diperkirakan dapat kembali beraksi pada pukul 16.00 WIB.

AirNav Indonesia melalui Indonesia Network Management Center (INMC) terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan pergerakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pembaruan info aeronautika bakal dilakukan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan info mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan dapat disampaikan secara tepat waktu.

AirNav Indonesia juga berkoordinasi dengan beragam pemangku kepentingan di sektor penerbangan untuk mengantisipasi akibat kondisi tersebut terhadap operasional penerbangan.

Penutupan ruang udara akibat abu vulkanik menjadi salah satu langkah mitigasi dalam penerbangan. Abu vulkanik dapat membahayakan pesawat, terutama jika masuk ke mesin, sehingga kondisi ruang udara perlu terus dipantau sebelum penerbangan dinyatakan kondusif untuk kembali beroperasi.

(tis/tis)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional