Penerbangan Jakarta-Batam Ikut Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Penerbangan Jakarta-Batam Ikut Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ruang tunggu Bandara Hang Nadim Batam tampak lengang akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan, Minggu (6/9).(Dok. MI/Hendri Kremer)

ERUPSI Gunung Anak Krakatau berakibat signifikan terhadap aktivitas penerbangan nasional. Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebabkan sejumlah penerbangan rute Jakarta-Batam dan sebaliknya mengalami pembatalan melalui Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu (6/9).

Gangguan operasional ini terjadi setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi berpotensi membahayakan keselamatan ruang udara. Sebagai langkah mitigasi, sejumlah airport melakukan penghentian sementara aktivitas penerbangan untuk mengurangi akibat terhadap mesin pesawat.

Tercatat, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional pada pukul 05.30 hingga 09.30 WIB. Sementara itu, Bandara Internasional Radin Inten II juga menghentikan jasa penerbangan sementara pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.

Langkah tersebut diambil lantaran partikel abu vulkanik nan masuk ke mesin pesawat dapat mengganggu sistem pembakaran, menurunkan performa mesin, hingga menakut-nakuti keselamatan penerbangan secara serius.

Daftar Penerbangan Jakarta-Batam nan Dibatalkan

Dampak dari kondisi tersebut dirasakan langsung oleh penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Berikut adalah daftar penerbangan nan mengalami pembatalan:

Rute Jakarta menuju Batam (CGK-BTH):

  • Super Air Jet (IU-850)
  • Citilink Indonesia (QG-940)

Rute Batam menuju Jakarta (BTH-CGK):

  • Batik Air (ID-6863)
  • Super Air Jet (IU-851)
  • Citilink Indonesia (QG-941)

Koordinasi dan Pelayanan Penumpang

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (PT BIB), Annang Setia Budhi, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai, pengelola airport lain, serta lembaga mengenai untuk menangani akibat aktivitas vulkanik ini.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan calon penumpang mendapatkan info nan jelas, pelayanan nan optimal, serta support nan diperlukan selama berada di area bandara,” ujar Annang saat dikonfirmasi, Minggu (6/9).

PT BIB memastikan kondisi ruang udara bakal terus dipantau secara berkala dengan memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengelola airport juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi penumpukan penumpang di terminal akibat pembatalan maupun keterlambatan jadwal.

Pihak airport mengimbau masyarakat nan mempunyai agenda penerbangan dari maupun menuju Batam untuk memeriksa kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Penyesuaian agenda bakal dilakukan secara berjenjang setelah ruang udara dinyatakan kondusif untuk aktivitas penerbangan.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia