Abu Krakatau Sampai Jakarta, Pemprov Minta Warga Tidak Panik

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta penduduk tetap tenang dan tidak panik menyusul abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sudah sampai ke wilayah ibu kota pada Minggu (6/9).

Meski begitu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengimbau penduduk untuk waspada terhadap akibat abu vulkanik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang paling penting, masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang, tetapi tingkatkan kewaspadaan dan ikuti info resmi dari pemerintah," kata Marulitua seperti dalam pernyataannya nan rilis pada Minggu (6/9).

Marulitua mengutip info dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, bahwa status Gunung Anak Krakatau saat ini tetap berada pada Level III (Siaga).

Meski begitu, Marulitua menjabarkan sejumlah langkah nan bisa dilakukan penduduk DKI dalam menghadapi hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau nan sekarang sudah mulai menyelimuti wilayah Jakarta.

Pertama adalah menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Masker kain biasa kurang optimal untuk menyaring partikel abu vulkanik.

Kedua, menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah. Warga juga disarankan mematikan kipas alias pendingin ruangan nan menarik udara dari luar andaikan kondisi udara di sekitar rumah terdampak abu.

Ketiga adalah mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya bagi bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penduduk dengan asma, penyakit paru, alias penyakit jantung.

Kemudian andaikan terdapat abu di sekitar rumah, penduduk diminta membasahinya terlebih dulu sebelum membersihkan. Abu sebaiknya tidak disapu dalam kondisi kering lantaran dapat membikin partikelnya kembali beterbangan dan terhirup.

Kelima, menutup tempat penyimpanan air dan makanan. Air alias makanan nan terpapar abu vulkanik sebaiknya tidak dikonsumsi.

Keenam, untuk penduduk nan mengalami sesak napas berat, nyeri dada, batuk terus-menerus, alias iritasi mata nan semakin parah diminta segera mendapatkan pertolongan di akomodasi kesehatan.

Ketujuh, hubungi jasa Jakarta Siaga melalui nomor 112 untuk melaporkan keadaan darurat di wilayah DKI Jakarta.

Marulitua juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan info nan belum terverifikasi. Informasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi udara bisa dipantau dari PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, dan Pemprov DKI Jakarta.

(end)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional